Páginas

Senin, 27 Mei 2013

Petualangan Ke Pulau Gusung

Hari itu hari Sabtu tanggal 18 Mei 2013, aku dan keluargaku pergi menghadiri sebuah pesta pernikahan keluargaku. Tapi acara ini beda dengan pesta pernikahan yang lain. Kalau selama ini aku selalu menghadiri pesta pernikahan yang di adakan di kota atau di kampung, mungkin itu sudah biasa.

Tapi kali ini aku akan menghadiri sebuah pesta pernikahan yang di adakan di pulau, Pulau Gusung namanya, salah satu pulau milik Kabupaten Kepulauan Selayar.


lokasi Pulau Gusung


Itu pertama kalinya aku pergi pesta ke daerah pulau. Aku sih awalnya gak mau. Malas tingkat dewa ! Apalagi kalau harus nyebrang naik perahu.

Tapi orangtuaku memaksaku untuk ikut, alasannya sih aku gak ada teman di rumah, jadi haru ikut. Dengan berat hati ikutlah aku. Aku mulai mempraktekan lagu yang ku pelajari di Pramuka. "Di sini senang, Di sana senang. Di mana-mana hatiku senang". Walaupun panas, hujan, badai, tanah longsor, apalah segala macam, hatiku tetap senang. Kan anak Pramuka.#bangga

Jam dua siang aku dan keluargaku berangkat ke bandara, eh salah, maksudnya dermaga, di sana sudah ada perahu yang menunggu kami. Wah, kayaknya bakalan seru nih, pikirku. Naik perahu siang-siang, nikmatin angin yang menimpa wajahku*cielahbahasanya, main air. Pasti bakalan seru tuh.

Ternyata benar, perjalanan ke sana tuh seru banget. Walaupun panasnya minta ampun dan dapat menghanguskan kulitku yang putih mulus mengkilat ini*huueekk, tapi pemandangannya itu loh. Masya Allah banget. Indahnya ngalahin panas yang aku rasain.

Aku lupa bawa kamera waktu itu. Andaikan waktu itu aku bawa kamera, pasti udah aku fotoin deh tuh pohon kelapa yang indah berjejer di pinggir pantai, Pulau Selayar yang kalau di liat dari laut bagusnya bukan main, bukit-bukitnya ada yang sebagian terkena sinar matahari, ada yang tertutupi awan jadi keliatan lebih gelap di banding daerah yang tertutupi awan. Jadi kayak belang-belang gitu deh.

Dari tengah laut, aku mulai berpikir, ternyata benar ya, Bumi itu bulat. Kalau di dermaga Benteng, Pulau Gusung yang keliatan cuma sebelahnya aja, belakangnya dan seterusnya tuh gak keliatan. Terus awan itu ternyata tingginya macam-macam. Dulu aku gak ngerti pelajaran IPA yang menjelaska tentang macam-macam jenis awan dan tingginya masing-masing. 

Tapi hari itu aku jadi ngerti pelajaran IPAku dulu, awan memang mempunya tinggi yang bermacam-macam. Dulu aku pikir awan itu menempel di langit, maklum, masih pemikiran anak-anak. Tapi hari itu aku takjub banget sama ciptaan Allah. Ternyata awan tingginya emang bermacam-macam. Jadi, awan yang paling rendah kelihatannya kayak menggantung gitu di langit, melayang, dan bergerak ngikutin angin. Keren Banget !!

Sekali lagi aku menyesal lupa bawa kamera.

Gak cuma itu, dalam petualanganku kali ini, untuk yang pertama kalinya ! Aku melihat Pohon Bakau LANGSUNG di depan mataku. Ternyata bentuknya beda jauh dari bayanganku. Aku kira Pohon Bakau bentuknya sama dengan pohon kayu biasa. Ternyata BEDA ! Pohon Bakau bentuknya UNIK, lucu, pokoknya bagus. Dan dengan seketika hobby gifoku muncul, tapi sekali lagi sayang, aku tidak bawa kamera.

Arrgghh !! KAMERA !! Kamu kenapa sih gak minta ikut !! Kan jadi ribet urusannya !! Hobby ku jadi tidak tersalurkan !!#marah-marahin kamera

Gak rugi deh hari itu pengorbananku. Panas-panasan di atas perahu, tapi pemandangan yang di suguhkan LUAAAARRR BIASA INDAHH .. !! Ya walaupun tidak setara dengan pemandangan di tempat-tempat tujuan wisata yang beken-beken itu. Tapi cukuplah menutupi kekesalan hatiku karena harus berpanas-panasan.

Heheheheheh .. ^_^

Kamis, 23 Mei 2013

Komentar Pertama di Blog Ku ^_^

Alhamdulillah. Akhirnya ! Setelah sekian lama *gak lama-lama juga sih, aku bina blog ini, aku rawat, aku kasih baju, makanan, tempat tinggal, dan aku masukin ke sekolah yang layak (?), gak gak, salah ! Setelah cpek blogwalking kesana kemari, luangin waktu baca artikel, abis itu aku coment buat ninggalin jejak dengan harapan ada yang mau berkunjung ke blog sederhanaku ini dan juga meninggalkan coment di salah satu tulisanku, akhirnya ada juga yang rela meninggalkan jejaknya di blog sederhana ku ini.

Hahahahaii. Senangnya bukan main tau gak. Emang sih keliatan agak norak kali ya kalau aku bikin postingan kayak gini, kayak blogku gak laku banget sampe-sampe bangganya setengan mati ada yang coment, tapi gak apa-apalah orang mau bilang apa.

Yang penting aku bahagia banget karena udah ada orang yang mau coment. Makasih yaa .. !! Aku gak bakalan lupa hari bersejarah itu dan postingan apa yang dapat coment pertama.

Postinganku yang pertama kali dapat coment adalah postinganku yang berjudul "Aku Tidak Akan Berhenti Menulis". Dan ini dia screenshotnya :


Aku bahagia banget .. !! Aku juga nulis postingan ini dengan perasaan bahagia dan bangga setengah mati. Screenshotnya sengaja aku gak sensor namanya, karena aku mau nunjukin siapa gerangan yang telah berbaik hati mau coment di postingan aku.

Comentnya isinya bagus banget lagi. Aku makin semangat nulis .. !!

Makasih ya EmeraldLyth .. !! Makasih banget udah mau ninggalin jejak kamu di blog aku .. Hehehehe ..

Semoga saja pengunjung yang lain juga rela mau ninggalin jejak mereka di blog sederhanaku ini. Don't Be Silent Readers ya Guys .. !!

Kisah Cintaku "Perahu Kertas"




Aku memberi postingan ini judul Kisah Cintaku "Perahu Kertas" bukan tanpa alasan atau cuma mau numpang tenar dengan "Perahu Kertas".

Judul tersebut memang benar adanya. Kisah cintaku saat ini memang seperti yang di ceritakan di novel Perahu Kertas. Aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Sahabat yang selama ini selalu menemaniku, sahabat yang selalu ada buat aku. Dan sahabat yang ga pernah ninggalin aku.

Dalam duniaku, aku berperan sebagai Kugy. Semuanya sama. Aku mencintai “Keenan”ku. Tapi semua itu berubah sejak dia mengenal cinta. Pada novel Perahu Kertas, Keenan bertemu dengan dua wanita cantik yang membuatnya jauh dari Kugy.

Tapi dalam kehidupanku, tidak perlu dua wanita, satu saja sudah cukup membuat “Keenan”ku menjauh dariku. Dia berubah sejak mengenal cinta. Saat pertama kali bertemu dengannya, dia adalah anak laki-laki yang lucu, menyenangkan, perhatian, peduli, dan tentunya polos.

Di usianya yang 2 tahun lebih tua dariku, dia masih saja tampak seperti anak-anak. Itulah yang membuatku suka dengannya. Sama seperti Kugy, awalnya aku tidak bisa menafsirkan perasaan apa yang sedang ku rasakan terhadapnya.

Tapi seiring waktu berjalan, aku mulai menyadari bahwa aku jatuh cinta. Tapi aku berusaha menyembunyikan itu semua. Aku tidak ingin siapa pun tau kalau aku  jatuh cinta sama sahabatku sendiri.

Waktu pun berlalu dan dia bertemu dengan wanita yang membuatnya jatuh hati. Wanita itu temanku sendiri. Bahkan aku cukup dekat dengan wanita itu. Hal itu membuatku sakit hati. Tapi aku mencoba bersikap dewasa, dia sahabatku, saat dia bahagia harusnya aku pun ikut bahagia.

Tapi aku takut. Aku takut dia akan berubah. Aku takut dia akan melupakanku dan tidak akan memperhatikanku lagi. Dan ketakutanku itu menjadi kenyataan. Awal dia pacaran, dia masih memperhatikanku, memperdulikanku, dan tertawa bersamaku.

Tapi jalan dua bulan hubungan mereka, semua itu berubah. Dia menjauh dariku. Bahkan setiap hari semakin jauh. Walaupun kami bertatap muka, tapi rasanya ada jurang yang memisahkan di antara kami. Dan itu sangat menyiksa.

Aku mulai mencari kesibukan yang dapat membuatku melupakan apa yang ku rasakan saat itu. Sama seperti yang Kugy lakukan. Mencari pelarian. Tapi ternyata hal itu tidak berhasil. Aku masih saja terus memikirkannya.

Entah sudah berapa kali aku mencari film, novel, cerpen, atau apalah cerita karangan yang lain untuk menemukan sebuah cerita yang memiliki konflik dengan apa yang ku rasakan dan ku alami saat ini.

Tapi hasilnya nihil dan aku belum menemukannya. Sampai aku membaca novel Perahu Kertas dan semuanya sama persis dengan apa yang ku alami. Jatuh cinta sama sahabat sendiri. Patah hati. Bertengkar dengan sahabat karena tidak saling mengerti.

Semuanya sama persis dengan yang di Perahu Kertas. Bedanya, Perahu Kertas udah tamat, udah selesai, udah berakhir, dan semua tokohnya menemukan cinta mereka masing-masing termasuk Kugy dan Keenan yang akhirnya menikah.

Sedangkan perjalanan cintaku kalau di bukukan mungkin masih di bagian depan, masih panjang, dan masih butuh kesabaran untuk menunggu apa yang akan terjadi nantinya. Apakah aku akan seperti Kugy dan Keenan, atau aku akan menemukan "Keenan" yang lain.



Hati tidak memilih, tapi dipilih. Itu merupakan salah satu Qoute yang ada di novel Perahu Kertas. Mungkin hatiku memang untuk saat ini belum di pilih oleh hati manapun dan belum menemukan tempatnya berlabuh.



Hari Bahagia Sepupuku

12 Mei 2013 yang lalu merupakan hari bahagia buat sepupuku. Hari itu merupakan hari prosesi perkawinannya. Walaupun sederhana, tapi aku yakin, pasti hari itu merupakan hari yang sangat berkesan dalam hidupnya dan itu cuma akan di alamisekali dalam hidup.

Sebenarnya tidak ada yang cukup berkesan dari pesta perkawinan dan bisa di ceritakan selain itu merupakan pesta perkawinan sepupuku yang dilaksanakan secara sederhana.

Awalnya aku kira aku akan merasa bosan dengan acara perkawinan ini. Karena sudah banyak acara perkawinan yang aku hadiri dan semuanya berkahir dengan membosankan.

Tapi entah kenapa, tampaknya acara perkawinan yang satu ini perlu ku ceritakan yang ku pajang di blog kebanggaan ku ini. Mungkin karena aku dan dia memang cukup dekat. Hampir tiga tahun dia tinggal di rumahku selama dia menuntut ilmu menjadi mahasiswa di sala satu cabang universitas swasta yang ada di Selayar.

Hal yang lain menjadi alasan aku dengan senang hati ingin menulis kisah ini adalah karena aku dan dia tampaknya cukup nyambung dapat saling mengerti. Walaupun usia kami terpaut jauh, aku baru saja mau masuk SMA dan dia sekarang udah kuliah semester 5.

Faktor yang menyebabkan itu karena kami memiliki kesamaan dalam hal selera. Kami sama-sama menyukai Super Junior, terutama Siwon, kami juga sama-sama ngefans sama Lee Min Ho sejak pertama nonton Boys Before Flower.

Waktu zaman-zaman dia masih pacaran, aku sering ngobrol dengan pacarnya, saling ledek dan saling menghina, waktu aku punya pacar juga dia rela membantu merahasiakannya. Aku bahkan pernah nebeng nelfon pake hp dia gara-gara waktu itu hpku di situ ama Papa.

Ya udah deh, mungkin cukup perkenalannya. Sekarang aku akan menceritakan bagaimana prosesi pernikahannya. Supaya kalian juga bisa tau prosesi pernikahan dan adat yang ada di pelosok Sulawesi Selatan. Tapi gak pelosok-pelosok banget koq.

Tak banyak yang bisa di ceritakan.

Aku cuma mau cerita kalau hari itu aku jadi anrong pengantinnya. Dalam bahasa Selayar anrong itu artinya ibu. Berhubung hari itu aku belum tau apa artinya anrong, aku sih mau-mau aja di suruh jadi anrong. Walaupun aku gak punya persiapan, termasuk baju yang gak nyambung dengan apa yang ku perankan, aku tetap di suruh jadi anrong. Enjoy aja !


gini nih gaya aku waktu pergi ke pesta pernikahannya sepupuku.


Bagiku itu cukup berkesan, karena selama ini, aku jarang sekali terlibat dalam suatu acara pernikahan dan menjadi orang penting dalam acara itu.Sebenarnya ada hal lain yang ku inginkan. Aku mau mendengarkan nasehat perkawinan. Karena dengar-dengar, nasehat perkawinan itu lucu dan enak di dengarkan.

Acara pun di mulai. Mempelai wanitanya adalah sepupuku, sedangakan mempelai prianya aku tidak kenal. Aku di suruh duduk di samping mempelai wanita, menjalankan peranku sebagai anrong. Pakaianku kontras sekali dengan pakaian mempelai wanitanya dan pendamping pengantin.

Mempelai wanita menggunakan kebaya dengan warna gold, sedangkan pendamping pengantinnya menggunakan baju bodo, baju khas Sulawesi Selatan, warna kuning. Ada satu anrong lagi, dia pake baju bodo warna ungu.

nah ! yang ini foto aku sama sepupuku aku di kamar pengantin sebelum acara di mulai


Salah kostum nih. Pikirku. Gayaku hari itu bisa di bilang santai untuk sebuah acara pernikahan. Aku hanya memakai gamis yang aku pakai waktu munaqasyah kemarin. Benar salah kostum ! Tapi seperti yang ku bilang tadi. Enjoy Aja !!

Ijab Qabul pun selesai. Kini waktunya sang mempelai pria masuk ke kamar menjemput sang mempelai wanita. Pendamping pengantin pria dan anrong pengantin pria juga masuk ke dalam ke kamar. Pendamping penganting pria memberi amplop kepada pendamping pengantin wanita. Atau bahasa Selayarnya passappi'.

Berhubung anrongnya ada dua, anrong pengantin pria agak sulit menemukan yang mana anrong penganting wanita. Padahal temannya udah nemu, tapi dia gak. Dia gak tau kalau aku yang jadi anrong, padahal jelas-jelas aku ada di depan dia.

Agak geli juga sih. Hehehehe. Gimana dia bisa tau, aku kan gak pake baju bodo. Aku juga gak merhatiin kalau dia ternyata mau ngasih aku amplop. Jadi aku cuek aja. Setelah di tegur sama temanku,aku baru memperhatikan, oh, dia mau ngasih aku amplop. Dia juga baru tau aku setelah di beri tau oleh ibu-ibu yang ada di kamar itu.

Aku sempat memperhatikan wajah orang yang "memberiku" amplop. Dalam keadaan cukup gelap dan penuh sesak karena banyak orang yang berebut ingin masuk ingin melihat kedua mempelai, aku melihat dia menggunakan baju kemeja kotak-kotak ungu, dan dalam keadaan begitu tampaknya mataku cukup terganggu untuk dapat melihat dia dengan baik, dengan setelan begitu, badan tinggi, dan rambut di jambul, aku melihat dia cukup tampan saat itu.

Aku cukup terkesan dengan penampilannya selama beberapa menit karena penampilannya itu. Aku penasaran ingin melihatnya untuk yang kedua kali, ingin melihat wajahnya lebih jelas.

Salah satu ritual adat yang biasa di lakukan di Selayar adalah lampa matoang atau dalam bahasa Indonesianya pergi berkunjung ke rumah mertua.

kalau yang ini foto sepupu aku sama suaminya. sayang suaminya gak senyum waktu aku foto, keliatan jelek deh.



Di situ aku berharap dapat melihatnya lagi untuk yang kedua kali di rumah pengantin pria. Aku yakin sekali dapat melihatnya lagi di rumah mempelai pria, karena dia datang dari pihak pria, jadi otomatis dia ada di rumah itu.

Perkiraan ku tak meleset sedikit pun. Walaupun aku tak terlalu berharap untuk dapat melihatnya karena awalnya aku mengira itu tidak mungkin. Waktu udah mau pulang, aku mengedarkan pandanganku ke sekitar rumah itu, dan ...... aku melihatnya. Walaupun dia sudah tidak mengenakan kemeja kotak-kotak ungunya, aku masih dapat mengenalinya karena dia menyampirkan kemeja itu di bahunya.

Tapi sama dengan yang pertama. Aku tetap tidak dapat melihat wajahnya denga jelas.

Seluruh rangkaian rangkaian acara hari itu sudah selesai. Tinggal resepsi pernikahannya yang akan dilaksanakan nanti malam.

Saatnya pulang ke Benteng. Lega rasanya sudah sampai waktunya pulang, aku udah capek, ngantuk, kepanasan, dan bosan.

Waktu mau pulang itulah aku kembali melihatnya. Dia berjalan di depan mobilku. Dia sempat menoleh ke belakang dan aku bisa melihat wajahnya dengan sangat jelas.

Dan ............ bukannya senang karena dapat melihat wajah itu dengan jelas, aku malah kecewa. Yaahh .. Percuma deh usahaku selama ini. Ternyata anggapanku salah, aku kira dia beneran ganteng, gak taunya sama aja kayak anak alay lain yang aku kenal.

Rambut ama baju aja yang oke. Tapi muka mah, yaaaa, di bawah standar.....

Rabu, 22 Mei 2013

Aku Tidak Akan Berhenti Menulis

Sudah hampir sebulan aku tidak pernah lagi menulis tentang apa yang ku rasakan, ku alami, ku dengar. Semua tulisan yang kini tulis di blog ini hanyalah ulasan ulang cerita yang udah pernah terjadi. Sudah hampir sebulan juga aku berhenti menuliskan mimpi-mimpiku. 


Selama ini aku hanya menulis hal yang sudah lalu dan seharusnya itu hanya akan menjadi kenangan.

Sejak Ujian Nasional berakhir, sejak aku sudah tidak lagi berada di lingkungan pesantren, sejak itu juga aku berhenti menulis ceritaku, kisahku yang baru. Hanya kisah lama saja yang diperbarui.

Sama seperti Keenan di novel Perahu Kertas, aku berusaha lari dari dunia ku sendiri. Dunia yang membuatku nyaman. Dunia yang membuatku tumbuh dan dapat menjadi seperti sekarang.

Setelah selesai membaca novel Perahu Kertas dan menyelesaikan dua filmnya sekaligus sore ini, jiwaku yang dulu tampaknya sempat hilang kini kembali lagi. Semangat untuk mengejar cita-citaku kini muncul lagi.

Tadi, sesaat sebelum shalat Maghrib, aku menyadari suatu hal. Aku sadar kalau selama ini tumbuh dan mempelajari semuanya bukan langsung dari hidup yang ku jalani sekarang. Aku mempelajari semuanya dari duniaku yang dulu.

Dunia yang ku suka dan aku sangat betah berada di dalamnya. Aku mempelajari semua hal yang ada di hidupku saat ini dari membaca dan menulis. Tapi kini, semuanya ku tinggalkan. Aku berusaha menjadi apa yang di inginkan oleh orang tuaku.

Ku tinggalkan duniaku. Aku belajar bergaul dengan orang lain. Padahal, pada dasarnya aku lebih suka sendiri. Membaca dan menulis. Itulah yang lebih suka ku lakukan di banding bergaul dengan lingkungan sekitarku.

Satu hal lagi yang baru ku sadari hari ini adalah hampir semua novel yang ku baca memiliki satu pesan tersembunyi yang sama. Bukan hanya semangat menjalani hidup, kebersamaan, kasih sayang, melihat hidup dari sudut pandang yang lain yang novel-novel itu sampaikan kepadaku.


Tapi aku belajar bahwa segala sesuatu yang berasal dari mimpi, kalau di kerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


Sebagai contoh, sebut saja Negeri 5 Menara, awalnya hanya ada 6 orang pemuda yang sering nongkrong di bawah menara masjid mereka sambil bertukar mimpi, setelah itu mereka berjuang untuk dapat mewujudkan mimpi itu. Dan akhirnya berhasil.

Atau Perahu Kertas. Keenan dan Kugy adalah dua anak manusia aneh yang sama-sama tidak dapat mewujudkan mimpi mereka dengan gampang. Walaupun banyak rintangan yang harus mereka lewati, tapi akhirnya dengan sedikit usaha dan kesabaran, mimpi mereka menjadi kenyataan.

Hampir semua novel yang pernah ku baca mengajarkanku untuk tetap semangat menjalani hidup, menghadapi semua tantangan yang datang, dan tidak pernah takut menjalani hal-hal yang baru.

Kalau emang harus jadi orang lain dulu baru bisa menjadi diri sendiri demi menggapai mimpi, kenapa gak ? Kalimat itulah yang selalu terbayang di kepalaku hingga saat ini.

Jadi aku harus menjadi orang lain dulu ? Berhenti menulis, terus belajar, dan menjadi orang seperti yang orangtuaku mau ? Tampaknya itu terlalu berat.

Aku tidak bisa berhenti menulis. Hanya dengan menulis jiwaku bisa tenang. Aku tidak gampang bercerita ke orang lain, tapi dengan menulis semuanya menjadi gampang.

Percuma donk aku baca semua buku itu kalau aku tidak mempraktekan apa yang ada di dalamnya. Kalau aku tidak bisa mengambil pelajaran darinya.

Aku tidak akan pernah berhenti menulis. Aku akan tetap menulis. Walaupun orangtuaku sebenarnya tidak tau kalau aku senang menulis, mereka taunya kalau aku suka menulis diary.

Aku akan tetap menulis dan mengejar mimpiku.

Sampai kapan pun itu.




Sumber gambar :
arinaforlife.blogspot.com -

Minggu, 19 Mei 2013

Tersenyumlah Dian Sayang

Kehilangan. Mungkin itu adalah peristiwa yang sangat tidak di inginkan untuk di alami oleh seseorang. Karena kehilangan itu akan sangat menyakitkan. Entah itu kehilangan teman, sahabat, pacar, ataupun orang tua.


Itulah yang saat ini di rasakan oleh salah seorang sahabat terbaikku. Namanya Lidia Adriani Yuspita. Entah apa yang telah di rencanakn Tuhan untuknya. Tiga hari yang lalu Tuhan mengambil orang yang paling di sayang olehnya dan satu-satunya orang berharga yang dia punya.

Tuhan mengambil Ibu yang sangat di sayanginya. Sangat tak bisa ku bayangkan betapa sedihnya Dian (panggilan akrabnya), harus kehilangan Ibu di usia yang sangat muda. Bukan hanya itu saja, dia juga telah kehilangan Ayahnya tiga tahun yang lalu dalam kecelakaan lalu lintas.

Sebagai sahabat, aku turut berdukacita dan turut sedih. Sekarang Dian harus menjalani kehidupan yang berat ini sendirian, di dampingi oleh kakaknya sekaligus kembarannya, Muhammad Adrian Adam.

Sebagai sahabat, aku merasa tidak berguna. Di saat Dian butuh orang untuk menenangkan dia, untuk bersandar, aku tidak bisa ada di sampingnya. Di saat dia membutuhkan, aku tidak bisa ada untuknya. Aku merasa tidak berguna sama sekali.

Bahkan, pada malam ta'ziyyahnya pun saya tidak datang. Menyesal. Aku cuma bisa menenangkan dan menghiburnya lewat pesan instant (SMS).

Terakhir, aku SMS dia, aku tanya, "Pa kabar? G ngpain?", dia jawab,"Alhamdulillah baik. Lagi sedih."

Aku miris mendengar jawaban Dian. Tiga hari sudah berlalu tapi dia masih saja tetap sedih. Aku berusaha menghiburnya, menenangkannya, dan berusaha membuatnya tersenyum kembali seperti dulu. Tapi aku rasa usahaku sia-sia.

Tentu akan sangat sulit baginya untuk move on dari keadaan yang sekarang. Aku juga tidak tau bagaimana cara yang tepat untuk membuatnya ikhlas menerima ini semua karena aku tidak pernah merasakan kehilangan. Sedangkan dia sudah dua kali kehilangan orang yang dia sayang.

Aku cuma bisa bilang "Tersenyumlah Dian Sayang. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untukmu di balik semua musibah ini" ...





Sumber gambar :
dinilatif18.wordpress.com

Sabtu, 18 Mei 2013

Pemberontakan Yang Mengharukan


Pernah nih, satu kali.Waktu itu minggu pertama kami belajar Matematika dengan guru baru, sebenarnya sih tidak baru, dia mengajar di kelas 1 tapi tidak mengajar di kelas 3, jadi aku bilang "baru" karena dia baru saja mengajar di kelas 3.

Guru baru, tentu saja suasana baru. Jadi kami, siswa kelas 3, harus beradaptasi lagi dengan suasana baru yang di ciptakan guru ini di kelas kami yang tenang dan menyenangkan. Sayangnya, guru ini tidak terlalu menyukai suasana kelas kami yang, ya memang, kelas kami kelebihan kapasitas, tapi itulah serunya, karena kelas kami kelebihan kapasitas, jadi otomatis kelas kami tuh ribut, heboh, penuh sesak, susah di atur, dan apalah yang lain.

Coba kalian bayangkan sendiri, 32 remaja yang baru saja akan memasuki masa dewasa dan tengah berada di masa puncak kenakalannya berkumpul dalam satu ruangan yang tidak cukup besar untuk siswa sebanyak itu.

Mungkin karena hal itu, guru tersebut, sebut saja Ibu Tina, dia selalu saja marah-marah setiap masuk kelas kami. Awalnya kami pikir, dia sedang datang bulan, makanya dia marah-marah terus, eh, setelah satu bulan berlalu, dia masih saja marah-marah.

Kami tentu saja tidak akan terima begitu saja kami di marahi setiap pertemuan, akhirnya, kami pun melakukan pemberontakan. Dan yang paling semangat melakukan pemberontakan itu adalah sahabat terbaikku, Alim.

Dian merupakan orang yang paling bersemangat melakukan pemberontakan karena dia adalah siswa yang paling sering jadi korban kemarahan Ibu Tina. Gimana gak jadi korban ?? Wong dia anaknya nakal gitu. Setiap guru pasti bakalan geregetan ngeliat tingkah dia.

Hari itu merupakan hari pelaksanaan rencana kami yang telah kami atur dan susun dengan rapi di asrama. Rencananya, kami semua akan keluar kalau Ibu Tina menyuruh kami keluar supaya gak ada yang tersisa di kelas dan dia kapok mengajar di kelas kami.

Seperti hari-hari biasanya, Ibu Tina masuk ke kelas kami dengan susana hati yang kusut belum di setrika. Seperti biasa juga, hari itu kami menyambut Ibu Tina dengan wajah yang biasa-biasa saja. Tanpa Ibu Tina tau, kalau di dalam otak kami sudah ada rencana yang bisa di bilang rencana kurang ajar.

Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Suasana kelas sunyi senyap kayak di kuburan karena emang gak ada yang berani nanya kalau Ibu Tina yang mengajar. Siswapun di landa kebosana karena belajar di kuburan, eh maksudnya suasananya kayak kuburan.

Ritual yang biasa kami lakukan kalau sedang bosan adalah ngobrol dengan teman di samping kiri-kanan depan-belakang. Maka suasana berubah 100%, kelas yang tadinya sunyi senyap kayak kuburan menjadi rame kayak pasar.

Ocehan terdengar di mana-mana. Tanduk Ibu Tina langsung keluar dan............. dia marah-marah. Kami pun diam seketika. Bukannya takut sama semburan marah-marah Ibu Tina. Tapi kami jengkel karena di marahin terus. Kami diam bukan berarti kami patuh. Kami diam tapi dalam hati kami menggerutu.

Sambil malas-malasan kami kembali mendengarkan kicauan Ibu Tina. Kayaknya rencana harus di jalankan nih. Dalam kebosanan itu, salah satu ritual lain yang pasti akan di lakukan siswa adalah tidur dalam kelas. Dan yang yang jadi mangsa Ibu Tina hari itu adalah Alim.

Dia kedapatan tidur dalam kelas. Ibu Tina menegurnya dengan bilang kayak gini,"Alim, kalau masih mau tidur, tidur saja di sini, di depan kelas.". Itu sih maksudnya teguran. Tapi entah kenapa, Alim malah menganggapnya sebagai perintah dan menjalankannya.

Itu sebenarnya merupakan bentuk protesnya Alim, karena dia paling sering di mangsa sama Ibu Tina. Tidak cukup hanya tidur di depan kelas, Alim pun mengajak sahabat terbaiknya, Laits, untuk tidur di depan kelas bersamanya.

Jelas saja Ibu Tina marah besar. Giman gak marah ? Seorang guru matematika yang terkenal pintar di kalangan para guru di permainkan dan di perlakukan bak orang bodoh oleh siswanya sendiri di hadapan 30 siswa yang lain. Pasti malu banget tuh.

Akhirnya Ibu Tina mengeluarkan senjata pamungkasnya dan paling sering di gunakannya kalau dia sudah tidak bisa mengendalikan kami.

"Yang mau saja belajar di dalam. Yang tidak mau belajar, SILAHKAN KELUAR ! Pintu terbuka lebar untuk kalian. Saya tidak akan menahan kalian. Bla...bla...bla...bla..", maaaasiiihh banyak lagi ocehan Ibu Tina hari itu.

Senjata itu lah yang kami jadikan sebagai boomerang untuk melawan kembali. Rencana yang telah di susun pun kami laksanakan. Di awali dengan Alim yang telah dendam kesumat ke Ibu Tina, di ikuti oleh Laits, dan beberapa santri putra yang lain.

Awalnya hanya beberapa saja yang keluar. Beberapa lebih memilih di dalam. Mereka yang di dalam takut mengambil resiko. Termasuk ya bikin ide itu sendiri. Hehehehe. Sebenarnya penggagas ide itu adalah santri putri, tapi kami sendiri malah adem ayem aja dalam kelas tanpa beranjak sedikitpun.

Santri yang udah ada di luar pun mengancam dan marah,"Wah, gak solid nih !! Keluar donk .. !! Keluar .. !!", kata mereka marah-marah di luar kelas.

Bahkan ada beberapa santri putra yang masuk kembali ke dalam dan menarik ke luar santri putra yang masih ada di dalam.

Alhasil, santri putra yang ada di dalam tinggal 3 batang dan santri putri yang ada di dalam utuh, 12 lobang. Hehehehe. Penghianat kelas nih. Wkwkwkwkwk ...

Dalam hati kami kurang puas sekaligus takut, kami kecewa karena rencana kami tidak berjalan dengan sempurna, tapi kami juga takut akan apa yang akan terjadi selanjutanya pada kelas kami. Kami takut nanti malah akan tambah parah, di marahi dari guru-guru yang lain.

Di luar dugaan dan di luar rencana, tiba-tiba Ibu Tina terisak. Dia menangis. Ya ..!! DIA MENANGIS. Ibu Tina menangis.

Kami kaget. Loh ? Koq ? Ada apa ini ?? Kenapa ?? Koq Ibu Tina nangis ?? Dosa dong kita .. !! Malah dia
pake ngadu lagi ke suaminya. Ya, waktu dia nangis tuh, dia sempat telpon suaminya dan mengadukan apa yang telah kami lakukan ke dia.

Gawat nih .. !! Bisa runyam nih masalahnya. Pada kondisi seperti itu, hati kecil kami tersentuh. #hati kecil #sookk .. Kami maju ke meja guru dan mencoba menenangkan Ibu Tina.

Gak tau juga kenapa. Kayaknya kelas tiga emang puncaknya nakal ya. Perasaan dulu aku gak nakal-nakal banget. Apalagi sampai berani melawan guru. Tapi, lihatlah aku hari ini. Nakalnya kebangetan sampe bikin guru nangis.

Kami berhasil membuat guru killer nangis gara-gara tingkah kami. Padahal rencana awalnya gak sampe bikin guru nangis.

Hmmm.. Pemberontakan yang kami lakukan malah menyebabkan duka.






Nb : Jangan di tiru ya kawan-kawan ....

Minggu, 12 Mei 2013

Happy Birthday, My Best Friend .. !!

15 tahun yang lalu, bertepatan dengan hari ini, seorang bayi laki-laki lahir dari pasangan entahlah, aku gak tau siapa nama orang tuanya. Yang pasti bayi itu sekarang udah besar dan menjadi sahabat terbaikku. Ini dia penampakannya. *kabuuurr ,, Alim lg ngmbil ancang-ancang tuh ..


ini dia bayi yang lahir 15 tahun yg lalu pada tanggal 11 Mei


Sekarang dia udah besar dan hari ini merupakan hari ulang tahunnya. Sebagai perayaan sekligus pengingat, supaya suatu saat nanti aku tidak lupa kalau aku pernah punya sahabat yang aneh, unik, dan antik seperti dia, jadi hari ini aku mau membahas tentang dia dan semua kegilaannya.

Dari foto yang di atas, pasti kesan pertama yang kalian bisa tangkap adalah kalau dia orangnya berantakan, nakal, dan apalah yang lain. Foto di atas sangat mencermikan kalau dia kelihatan sebagai pribadi yang bebas dan gak suka di atur.

Walaupun dalam kehidupan nyata, sebagian besar memang begitu, tapi seperti manusia kebanyakan, dia juga memiliki sisi yang baik. Tapi sayang, sisi baiknya tidak nampak dalam pergaulannya sehari-hari, jadi orang mengenalnya sebagai orang yang nakal.

Oh ya, sampe lupa, nama dia Alim. Lengkapnya Nur Alim Hamzah. Tapi kami biasa memanggilnya dengan Alrhy. Cukup keren sih untuk orang dengan tampang kayak gitu.#ditabokin aliim #larii .. Walaupun dengan berat hati, aku harus mengakui ini, kalau sebenarnya, dia itu sangat sangat sangat sangat baik, perhatian juga.

Dia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Dan kata guru-guru nih, Alim tuh orangnya beda banget di bandingkan dengan kakak-kakaknya. Kakak-kakaknya tuh orangnya baik, penurut, gak nakal, dan sopan. Sedangkan Alim ? Dia bertolak belakang dengan itu semua. Itu sih kata guru.

Kenyataannya ?? Ya emang begitu, dia memang sangat nakal, pembangkang, dan keras kepala. Dia terkenal sebagai murid yang susah di atur.

Pernah nih satu kali. Waktu itu terjadi pergantian guru Matemtika. Jadi guru Matematika kami di ganti, kami di ajar oleh guru kelas 1, dan guru Matematika kami pindah ke kelas 1. Guru ini, sebut saja Ibu Tina, dia selalu saja marah-marah setiap masuk ke kelas kami.

Kami tentu saja tidak akan terima begitu saja kalau kami di marahi terus-menerus. Akhirnya kami pun melakukan pemberontakan. Baca selengkapanya di postinganku yang berjudul "Pemberontakan Yang Mengharukan". Dan yang paling semangat melakukan pemberontakan, ya si Alim ini.

penampakan Alim yang lain

Hari itu Ibu Tina marah besar karena Alim hanya tidur saja dan tidak memperhatikan apa yang sedang Ibu Tina jelaskan. Ibu Tina menyuruh Alim untuk tidur di depan kelas jika dia masih mau tidur di dalam kelas. Maksudnya sih sebagai teguran supaya Alim tidak tidur di kelas lagi.

Tapi dasar Alimnya yang aneh, dia malah melaksanakan apa yang Ibu Tina katakan waktu itu. Dia tidur di depan kelas. Dia tidur telentang di depan kelas. Dia bahkan mengajak sahabat terbaiknya, Laits, untuk tidur di depan kelas bersamanya.

Entah apa yang ada di pikiran Alim saat itu. Dia benar-benar aneh, tapi juga berani. Kami satu kelas, hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah anenhnya Alim yang memperlakukan Ibu Tina bak orang bodoh.

Dia juga terkenal sebagai santri yang paling sering melanggar. Tapi sebenarnya banyak orang yang salah besar menilai Alim.

Aku, sebagai pribadi yang berhati lembut, bergaul dengan siapa saja, dan mau menerima kekurangan orang #apaseeh .. mau bergaul dengan dia bagaimanapun penilaian orang terhadapnya.

Di kacamata kami (sahabat-sahabatnya), walaupun sebenarnya hanya satu orang di antara kami yang memakai kacamata, dia adalah orang yang baik, perhatian, pengertian, dan selalu ada di saat sahabat-sahabatnya lagi butuh.

Dia menjadi penghibur di kala duka menghampiri. Dia selalu bisa membuat orang di sekitarnya tertawa melihat tingkah laku konyolnya, bahkan kadang, guru yang jengkel terhadap sikapnya, dapat tertawa di buatnya.

Bagi kami, Alim adalah orang yang menyenangkan, enak di ajak ngobrol, kalau ngobrol ama dia tuh, kita gak pernah kehabisan bahan obrolan. Pasti ada aja yang bisa di obrolin. Selain itu, Alim juga orangnya gak ngebosenin.

Mungkin cuma itu yang bisa ku ceritakan tentang Alim.

Yang pasti Alim akan selalu ada di hati kami dan akan menjadi kenangan yang indah. :)

Mungkin kayaknya setelah mempost tulisan ini, aku harus segera kabur deh. Takut nanti Alim baca tulisan ini dan dia nabokin aku karena aku udah ngebeberin aibnya di dunia maya. Hhehehehehe .. :) #kabuuurr ... !!

Kamis, 09 Mei 2013

Munaqasyah .. Ancuuurr .. !!

Kemarin, tanggal 8 Mei 2013, semua santri kelas IX SMP dan XII SMA melaksanakan ujian Munaqasyah. Oh ya, munaqasyah itu adalah ujian terakhir yang harus dilaksanakan oleh santri untuk bisa mendapatkan ijazah pondok dan ijazah sekolah. Bnetuk ujiannya adalah menghapal juz 30.

Beberapa minggu sebelum tanggal 8 kemarin, pihak pondok sudah memberitahukan ke kami semua untuk memepersiapkan diri dengan menghapal juz 30. Tapi dasar kaminya aja yang bandel dan malas, pemberitahuan itu hanya di anggap sebagai angin lalu.

Waktu pun berlalu dengan begitu cepat, dan waktuku tinggal seminggu untuk menghapal satu juz. Mama dan Papa yang tau kalau aku harus menghapal sru juz untuk bisa mendapatkan ijazah terus memaksaku untuk menghapal.

Aku yang malasnya ampun-ampunan, apalagi di suruh menghapal, gak bakalan maulah. Gak menghapal juga pasti bisa koq dapat ijazah. Pikirku saat itu. Satu minggu yang tersita yang ku lakukan hanyalah bersantai di rumah.

Sekalipun menghapal, aku hanya mengulang beberapa surah yang memang sudah ku hapal. Supaya nantinya kalau aku gugup, aku gak bakalan lupa.

Hari H pun tiba. Berhubung saat itu aku lagi gak ada di pondok, jadi aku datang ke pondok pagi-pagi sekali, sekitar jam 7 lah. Setelah sampai di asrama, temanku yang tadinya ada di rumah semua udah pada nongol di sini.

Aku sempat protes, gimana sih ?? Gak solid banget !! Katanya datangnya nanti, Rabu pagi, barengan, koq kalian udah pada di sini semua ?? Selidik punya selidik, ternyata mereka tuh datangnya kemarin sore. Yaa !! Curang .. Tapi gak apa-apalah, ada koq tiga orang lain yang datangnya Rabu pagi juga.

Aku ke pesantren di antar sama sopir dan juga mama. Sebelum pergi, mama sempat pesan ke aku, "Nanti kamu gak usah ikutan cerita sama teman-teman kamu. Lebih kamu mojok noh di pinggiran terus ngulang-ngulang hapalan kamu", kata mama dengan nada mengancam

Aku sih ngangguk-ngangguk aja kayak kebo mau di kurban. "Iya, ma. Iya. Aku pasti menghafal koq. Mama tenang aja.". Setelah mobil pergi dan gak keliatan lagi, bukannya melaksanakan wejangannya Mama, aku malah ikut-ikutan nimbrung ama teman-temanku yang udah asyik ngobrol dari sebelum aku datang.

Yaaahh, maklumlah, namanya juga perempuan. Bahan obrolannya gak pernah habis.

Acara yang di jadwalkan mulai pukul 07.30, molor dua setengah jam sampai pukul 09.00. Gimana gak ? Pesertanya aja jam segitu masih pada santai-santai di asrama. Malah ada yang belum mandi lagi. Kacau nih negara kalau calon penerusnya kayak gini. JAM KARET .. !!

Pimpinan pondok udah berkali-kali manggil kami lewat mic di kantor diniyah. Tapi seakan mengaggap itu angin lalu, kami cuma menjawab dari asrama,"Iya, Tad !! Tunggu bentar .. ". Kurang ajar nih pesantren, udah bebas aturan sih, makanya berulah. Hehehehehe. #ditabokin ustadz..

Setelah kesadaran kami pulih, karena tadi kami tidak sadar, kami akhirnya kasian juga mendengar ustadz udah capek manggil kami daritadi. Setelah semua siap, semua udah selesai dandan, udah pada akur lagi setelah tadi berebut cermin (cermin di asrama tuh cuma ada dua, dan yang mau pake cermin ada 10 cewek unik yang cantik, imut, kalem tapi kadang bisa beringas juga kalau lagi marah), udah pada harum, pokoknya semua udah selesai, barulah kami rombongan pergi ke aula.

Setelah di teliti lebih cermat, kami mau pergi ulangan tapi kayak mau pergi kondangan. Gimana gak ?? Gayanya itu looohh .. !! Cantik-cantik semua *emang udah cantik dari sononya .. Semuanya pada pake gamis dan jilbab segitiga, beneran kayak mau ke pesta. Kami malah ketawa sendiri setelah menyadari hal itu.

Di depan aula, udah ada ustazd yang jadi musuh bebuyutanku sejak aku masuk di pesantren, namanya gak usah di sebutin deh, dia udah manggil-manggil. Dia nyuruh kami cepat-cepat jalan, katanya tinggal kami yang di tunggu.

Wahh .. !! Berasa kayak orang penting. Ternyata benar, tinggal kami yang di tunggu, setelah kami duduk rapi, anggun dan manis, *mencerminkan muslimah pesantren karena lagi banyak orang, kan malu kalau nunjukin sifat asli di depan banyak orang. Hehehehe. acara baru di mulai.

Ada banyak orang dalam ruangan. Beberapa guru, orang tua santri, pembina, dan santri berkumpul di aula. Kini, semua yang aku anggap biasa-biasa saja, semua yang aku anggap remeh, aku sendiri malah mulai takut menghadapinya.

Ada banyak orang !! Bagaimana ini ? Nanti kalau aku lupa ato gak tau gimana ? Waduh, bisa malu nih .. !! Keringat dingin mulai mengucur membasahi tubuhku. Ku buka Al-Qur'an kecil yang ku bawa dan mengulang-ngulang hafalanku.

Aku gugup. Suasananya beda jauh dari yang ku bayangkan. Ku pikir hanya sedikit orang yang akan datang. Ku kira kami menghapalnya di masjid, bukan di aula. Malah pake mic lagi. Bertambahlah rasa gugupku.

Tapi tidak tau kenapa, setelah lama kelamaan, rasa gugup itu mulai hilang. Aku malah asyik bercerita dengan teman-temanku. Acara pun di mulai. Peserta pertama mulai naik. Dengan lancarnya dia bisa menghapalkan dengan fasih surah yang di suruhkan.

Aduh .. ?? Bagaimana ini .. ?? Aku mulai gugup lagi. Takut. Ada rumor yang beredar, katanya yang banyak hafalannya aja dulu yang di kasih naik duluan. Oke, kalau gitu aku bisa tenang untuk sementara waktu. Itu artinya, nanti kalau aku tampil, penontonnya sudah tidak terlalu banyak. Jadi aku tidak perlu terlalu malu kalau nanti aku salah.

Satu per satu nama peserta di sebutkan. Sampai pada nama Nur Hidayah Rusli. Mati .. ?? Yaya' udah naik, bentar lagi berarti giliranku, karena yang banya hafalannya udah naik semua. Aduh .. ??!! Bagaimana ini ?? Aku mulai panik.

Tidak lama setelah nama Yaya' disebutkan, namaku pun mulai di sebut sebagai peserta selanjutnya.

"Ya, selanjutnya Boyke Hendrawan. Bersiap-siap setelah ini Nurul Ilma Islamiyah", kata ustadz yang menjadi tim penguji hari itu.

Tuh kan. Ku bilang apa. Pasti nama aku gak bakal lama lagi. Gimana ini ? Mana masih banyak orang lagi. Perkiraan ku salah besar, ku kira nanti kalau aku naik undangan udah pada pulang. Yah, ini masih setia nongkrong di sini.

"Selanjutnya, Nurul Ilma Islamiyah", kata tim penguji dengan suara yang sengaja di buat supaya peserta gugup. Itu sih opini aku aja. Karena aku gugup setelah mendengar tim penguji menyebut namaku.

Dengan anggunnya, aku melangkah naik ke tempat yang sudah di sediakan. Berkali-kali aku membaca basmalah dalam hati dengan harapan semua berjalan dengan lancar.

"Ya, coba hafalkan Surah Al-Fatihah", kata tim penguji.

Setiap peserta yang naik, surah pertama yang di suruh hafal ya Surah Al-Fatihah. Aku mulai menghafal dengan suara yang ketahuan banget kalau aku lagi gugup. Dalam hati aku berucap,"semoga aja Al-Fatihahku lancar, kan selama ini, kalau aku baca Al-Fatihah dalam shalat, sering aku langkah-langkahin ayatnya" #gubraakkk

Di luar dugaan, ternyata Al-Fatihahku lancar. Selanjutnya aku di suruh menghafalkan Surah Al-Ikhlas. Wah, gampang nih, pikirku. Di luar dugaan. Tiba-tiba otakku BLANK .. !! Aku lupa pertengahan Surah Al-Ikhlas. Malu-maluin banget tau gak !! Surah segampang itu aku lupa. Nyesel deh gak ngelaksanain apa yang mama suruh tadi. Untung aja orangtua ku gak datang. Kalau datang sesudah acara ini, aku pasti di ceramahi abis-abisan tuh ama mereka.

Tapi setelah itu, semuanya lancar. Aku bisa menjawab semua soal yang di tanyakan. Sebagai penutup, tim penguji bilang kayak gini,"Ini kalau Surah-Surah pendek gak tau. Tapi kalau Surah-Surah panjang bisa masuk!".

Itu merupakan pujian ato sindiran, entahlah aku gak tau. Yang penting aku udah menghapal.

Akhirnya tuntas sudah bebankuu .. !! Cuma itu yang aku pikirkan waktu selesai Munaqasyah.

Tapi malunya itu loohh .. !! Tetap gak hilang ..

Masa Al-Ikhlas aja gak tauu .. !!

Arrrgghhh .. !!

Munaqasyaahhku Annccuurrr .. !!

Malu-maluin .. !!

Aku Benci Saat Kamu ...

Aku benci saat kamu memarahi ku

Aku benci saat kamu bersikap manja padaku

Aku benci saat kamu mengerjai ku

Aku benci saat kamu mulai menggodaku

Aku benci saat kamu tersenyum untuk orang lain

Aku benci saat kamu tidak ada di samping ku

Aku benci saat kamu mengacuhkan ku

Aku benci saat kamu bertanding untuk orang lain

Aku benci saat kamu mulai merokok

Aku benci saat kamu bersama dengan orang lain

Aku benci saat kamu bercanda dengan orang lain

Aku benci saat kamu menangis di hadapanku

Aku benci saat kamu bertingkah seperti anak kecil

Aku benci saat kamu membuat ku tersipu malu

Dan

Yang paling aku benci dari semua itu adalah

Aku membenci kenyataan kalau aku tidak bisa membencimu sepenuhnya

Karena aku sangat mencintai dan menyayangimu

Chain Link Fence







inspired by : Surat Sungmin Untuk Kyuhyun dengan sedikit perubahan

*puisi ini aku buat untuk seseorang yang sangat aku sayang ..

Minggu, 05 Mei 2013

AKU RINDU KAMU ...

Mengingat hal itu membuatku semakin merindukan dirinya
Dan semakin aku mengingatnya
Aku semakin merindukan dirinya

Entah mengapa
Rasanya sangat sulit bagiku
Untuk bisa melupakannya

Pernah aku mencoba untuk melupakannya
Tapi hal itu membuatku tersiksa

Sangat sulit dan sangat tidak mungkin bagiku
Untuk melupakan seseorang yang sangat aku sayang

Melupakan seseorang yang telah berjasa dalam hidupku

Tapi,
Aku juga tidak bisa terus menerus hidup
Dalam keadaan seperti ini

Sebuah harapan besar yang mungkin tidak akan terwujud
Masih tersimpan di benakku hingga saat ini

Aku harap
Aku masih bisa bertemu lagi dengan dirinya
Menangis dan terlelap dalam pelukan hangatnya 

Pink Heart


*puisi di atas aku buat setahun yang lalu saat aku merasakan kerinduan yang mendalam #apaaseeh kepada seseorang

Indahnya Persahabatan

Ielmach : Pink               Naya : Biru                   Devi : Kuning


... Pink, Biru, Kuning ...
Itulah warna kesukaan kami bertiga

Dan jika kita menulis atau membuat garis
di kertas dengan menggunakan ketiga warna tersebut,
maka hasilnya akan sangat bagus ...

Karena ketiga warna tersebut adalah
warna yang cerah dan ceria ...

Secerah dan seceria Persahabatan kami ...

Persahabatan yang kami jalin melalui proses yang panjang ...

Oleh karena itulah ...
Ikatan tali Persahabatan di antara kami
tidak akan pernah renggang ataupun putus ...

Sekalipun kami terpisah jarak yang sangat jauh
Walaupun raga kami berjauhan
Tapi hati kami di ikat oleh sebuah kekuatan
yang sangat dahsyat .. !!

Sebuah kekuatan yang tak seorang pun
dapat mengalahkannya ...

Hati kami bertiga terikat kuat dalam ikatan tali ...
"C I N T A"


Jumat, 03 Mei 2013

Ulang Tahunnya Fadhilah

Di pesantren itu, jiwa kebersamaan dan sosialnya kuat. Kalau ada yang sedih, pasti semuanya merasa sedih. Kalau ada yang senang, pasti yang lain juga kebagian senangnya. Selain itu, di pesantren juga ada kebiasaan buat ngerjain orang yang ulang tahun.

Hal itu dilakukan untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lain. Jadi yang bahagia bukan cuma yang ulang tahun aja. Tapi yang lain juga. Karena mereka ikut merasakan keseruan. Tapi sebenarnya yang ulang tahun tersiksa dengan acara itu. Karena mereka di aniaya secara berjama'ah. Hehehehe.


Hari itu tanggal 25 Agustus, tepat sehari setelah kami kembali dari libur Ramadhan. Dan juga tepat sehari aku menjadi santri baru di pondok pesantren itu. Aku sebagai santri baru tidak tau apa-apa dengan apa yang terjadi pada hari itu. Jadi awalnya aku cuek saja dan tidak menghiraukan apa yang sedang teman-temanku bicarakan pada waktu itu.

Aku tidak mau dianggap sok ikut campur urusan orang. Jadilah aku hari itu hanya diam saja di tempat tidurku yang nyaman sambil menulis-nulis di binder kesayanganku.


Ternyata eh ternyata, mereka sedang membicarakan acara ulang tahunnya Fadhilah. Mereka sedang menyusun rencana bagaimana caranya ngerjain Fadhilah hari itu. Fadhilah yang gak tau dirinya sedang jadi bahan pembincaraan juga adem ayem ngerjain aktivitasnya.

Waktu di sekolah sih semuanya baik-baik saja dan nampak tidak ada yang mencurigakan dari para pelaku kejahatan(?). Mereka bersikap seperti hari-hari biasa. Santai, main, ngobrol, dan lain-lain. Pokonya seperti hari-hari biasa yang lain.

Tapi, waktu pulang sekolah, rencana yang sudah dipersiapkan matang-matang malamnya, mulai dilaksanakan. Rugi donk udah rapat dadakan malam-malam tapi besoknya gak dilaksanain. Entah siapa yang memulai, di depan asrama Fdhilah mulai di siram menggunakan air campuran bahan-bahan yang gak banget. Molto + Bedak + Pasir = Kotor + Harum = Fadhilah lari menghindari serangan dari teman-temannya.

Aku hanya melihat aksi yang berbahaya (?) melalui jendela kamar yang ada di dekat ranjangnya. Di sekitar situ tertulis : "ADEGAN BERBAHAYA. HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL"#lo pikir lagi jalan di atas beling apa. Kan cuma acara siram-siraman. Dalam hati sih sebenarnya ada niat pengen gabung. Tapi mau diapa, saat itu, aku masih santri baru, musti jaga perilaku dulu.

Setelah acara siram-siraman di luar asrama selesai, Fadhilah masuk ke asrama dengan kondisi yang mengenaskan. Dia basah berat sodara-sodara. Aku kira acaranya cuma sampai di situ aja.Ternyata ada season keduanya*kayak sinetron aja. Acara siram-siraman di lanjutkan di teras belakang alis tempat mencuci.

Teman-temanku menyiram Fadhilah lagi dengan air bekas cucian dan air tergenang yang ada di lantai. Wah, bener-bener tega deh mereka. Fadhilah sampe nangis di belakang jamban. Maaf ya cantik, mereka kan cuma bercanda .Wkwkwk. Aku kembali hanya menjadi penonton keseruan hari itu. Mau gabung tapi malu-malu. Nanti aku gak digubris, kan malu sendiri nantinya.

Tanpa disangka-disangka ternyata Fadhilah manggil aku buat ikutan di keseruan itu. Wah, bener nih Dhilah manggil aku ? Aku gak mimpi kan ? Horee .. !! Dhilah manggil aku .. #lompat-lompat di atas genteng#. Tapi aku gak langsung mau. Sok-sokan jual mahal gitu. Hehehe. Tapi mereka maksa aku buat ikutan. "Ah, mia gak solid nih ! Gak mau ikutan basah-basahan!", kata Fadhilah waktu itu.

Karena aku tetap tidak mau ikut, akhirnya mereka menarikku masuk ke neraka(?), eh salah, ke teras belakang dan di siram pakai air kotor. Yaahh, basah deh. Aku kan belum ulang tahun. Koq udah di siram aja. Tapi gak apa-apa deh. Maka, mulailah kami siram-siraman. Berbagai macam jenis air pun digunakan dalam prosesi itu. Mulai dari air bersih yang dari kran, air bekas cucian, dan air kotor yang tergenang.

Abis acara ini musti beli bedak gatal nih kayaknya. Badan gatal-gatal semua !! Tanpa kami sadari, ternyata air yang kami gunakan itu banyak banget. Sampe-sampe, bak penampungan air warna orange yang besar itu tuh, airnya habis kami pake cuma buat siram-siraman hari itu.

bak penampungan air sebesar itu, airnya kami habiskan cuma buat ngerayain ultahnya Dhilah.
Pemborosan bangeett .. !! Hehehe ..

Gimana gak habis ?? Kami siram-siraman mulai dari sudah shalat dzuhur sampai menjelang ashar. Lama gak tuh?? Tangan dan kaki jadi keriput semua gara kelamaan kena air.

Tapi itu semua gak ada artinya selain keseruan yang kami rasakan hari itu. Selain keseruan itu, hal yang gak ada bayarannya lagi adalag hari itu aku merasa bangga, karena ternyata mereka bisa menerima kehadiranku. Bukrinya, walaupun aku masih santri baru, mereka mau melibatkanku untuk ikut berpartisipasi dalam keseruan mereka.

Terimakasih Fatimah Az-Zahra ...

I Love You ...



Sumber gambar :
ie-usa.blogspot.com  
timbuljayastationery.com
mitrasarana.net

Rabu, 01 Mei 2013

SIAL .. (Part II)

*sambungan dari sini*

Sepertinya belum cukup kesialan kami hari itu, sesampai di pesanten kami dapat kabar yang bikin hati panas. Gimana gak panas coba ? Ternyata tadi, pembina yang liat kami naik di angkot tuh gak tau nama kami. Tapi karena ada seseorang yang berbaik hati dan pengen di liat baik di mata pembina, jadi dia bilang deh ke pembina siapa yang kabur.

Sialan tuh orang ! Belum pernah makan tinju kali ! Awas aja kalau ketemu, aku kasih makan tinju rasa strawberry(?). Karena kebodohan anak itu, kami ketahuan deh. Langsung aja deh tuh pembina manggil kami ke rumahnya. Aku kira kami mau disuguhin minuman dulu kek baru di tanya-tanya.

Ternyata di luar dugaan. Penyambutan yang luar biasa. Kami langsung di semprot dengan amarah yang ugh, memekakkan telinga. Pengen rasanya kabur dari rumah pembina saat itu juga. Telinga panas dengar ocehan pembina itu.

Setelah puas marah-marah, dia langsung nyuruh kami tanda tangan #wuuiih, berasa kayak artis diminta tanda tangannya. Tapi jangan salah, kirain di suruh tanda tangan di mana, ya elah, ternyata kami di suruh tanda tangan di buku pelanggaran. AMPUN ! Masuk buku hitam nih gue !! Di situ tertulis :

Nama Santri : Nurul Ilma Islamiyah
Pelanggaran : Kabur dari Pondok Tanpa Izin.

Tunggu bentar. Kabur dari Pondok Tanpa Izin ? Gak salah tuh. Namanya juga kabur, ya gak minta izin lah, masa kabur harus minta izin. Wah, parah nih pembina. Bahasa Indonesianya gak lulus kali ya?

Kalau udah tanda tangan di buku itu, dua kali tanda tangan di buku kami, aku pasti udah di depak dari pesantren ini. Mana waktu itu aku udah kelas tiga lagi. Musti lebih pintar lagi nih supaya nanti kalau melanggar lagi, gak perlu tanda tangan di buku itu lagi.*yaa, bukannya sadar.. hhehehe*

Hukuman ?? Oh iya ?? Masa iya udah capek marah-marah pembina gak ngehukum kami. Kalau hukumannya membersihkan sih gak apa-apa. Atau kalau cuma di suruh bayar sih gak apa-apa. Kan banyak uang ....... di bank .. hhehhe. :)

Tapi ini, pembina sengaja ngasih hukuman yang berat-berat, supaya kami gak ngulangin kenakalan kami lagi. Tau gak hukumannya apa ? Tanpa ekspresi bersalah sedikitpun, tuh pembina nyuruh kami membersihkan selokan yang ada di belakang asramaku sampai belakang asrama dikterapan. GILA ! Itukan panjang banget.

Mana selokannya bau banget lagi. Jorok tingkat dewa tau gak ! Dan lebih parahnya lagi, tu pembina nyuruh kami membersihkannya dengan tangan kosong. TANGAN KOSONG !! #sengaja kasih huruf besar biar tambah heboh.Hhehe :)

Belum membersihakan aku rasanya mau mati saat itu juga. Gak ada hukuman yang lebih ringan apa ? Berat banget sih ? Kami kan kaburnya cuma sebentar. Gak sampe setengah hari. Kabur gak sampe setengah hari, tapi hukuman kami tiga hari.

Gila tuh pembina. Gak punya perikesantrian banget sih. Santri juga manusia. Punya akal punya hati. Jangan samakan dengan tukang bersih selokan #song.

SIAL SIAL SIAL BANGET aku hari itu. Udah harus jalan 3 km, eh sekarang harus membersihkan selokan pake tangan kosong selama tiga hari ..

Maakkk ... !! Paakkk ... !! Tolongin anakmu ini donkk .. Merana banget hidup di pesantren. Dikit-dikit hukuman. Dikit-dikit hukuman. Susah ya kalau jadi orang nakal. Selalu jadi inceran pembina.

*makanya jangan nakal. bandel sih kalau di bilangin .. :P*

SIAL .. (Part I)

Hari itu aku sial banget .. !!
Benar-benar sial deh pokoknya. Baru aja dua kali kabur, eh kabur yang kedua ketahuan. Kabur yang pertama kan baik-baik aja tuh, lancar, terkendali, tanpa masalah. Tapi kabur yang kedua ini, masalahnya banyak banget.

Jadi ceritanya gini :

Hari itu di sekolah ku lagi diadain acara LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), jadikan yang ada di kelas itu cuma peserta LDK aja. Buat kami yang gak ikut LDK, ya seperti biasa, nganggur diasrama. Tapi ya namanya juga nganggur, kan gak ada nganggur yang enak.

Bosan di asrama, setan kecil pun mulai menggodaku dan kawan-kawan #lagi. Aku bilang lagi, karena setiap ada niat buruk, pasti yang godain aku buat ngelakuin hal buruk ya itu, si setan kecil itu. Bosan di asrama, muncullah ide untuk melaksanakan misi kabur yang berikutnya. Temanku kabur kali ini adalah sahabatku sendiri, namanya Refa.

Hampir sama seperti kabur yang pertama, hal pertama yang kami lakukan adalah meninjau lokasi kabur. #alaah, meninjau, kayak mau pemilihan aja bu. Setelah kami cermati dan kami teliti dengan seksama #bahasa lo#, ternyata medan tidak terlalu mudah untuk di lewati. #medan apalagi ini.

Di sekitar Tempat Kejadian Perkara #eh, lo kira pembunuhan apa#, di sekitar kelas, banyak guru-guru killer berkeliaran. Bisa gawat nih kalau ketahuan kabur. Mulailah aku dan Refa putar otak buat nyari akal yang lebih jitu. Kami mulai sok-sokan jalan di sekitar kelas, supaya keliatan kalau kita cuma mau jalan-jalan keliling pesantren aja, padahal di otak udah ada akal.

Setelah celingak-celinguk ke sana kemari, eh ternyata ada malaikat penolong di sana nongol dengan gagahnya. #huueekk .. pengen muntah nyebut dia malaikat penolong. Ternyata di sana ada sahabatku yang sedang bertugas jadi panitia keamanan, emang cocok sih dai jadi satpam dadakan. Wong mukanya sangar gitu, badannya kekar lagi, siapa coba yang gak takut.

Bagus buat dimanfaatin nih si satpam dadakan. Maka kupanggillah dia, "Prus, sini .. !!". Dengan secepat siput dia pun datang menghampiri kami.#lambaaat beneer.

Aku : bantuin donk .. !!

Ciprus : Bantuin apa ??

Aku : gini, aku ama Refa kan pengen kabur nih ceritanya. Supaya aman, kamu jagain kita ya dari belakang. Supaya gak ada yang curiga gitu. Kamu jaga di depan kelas kami. Kalau kami udah pergi baru kamu boleh pergi. Gimana ? Mau gak ?

Ciprus : kabur lagi kabur lagi. Kebiasaan ya kalian berdua.

Aku dan Refa : Heheheh #nyengir kuda.

Aku : jadi gimana ? Mau gak bantuin kami ??

Ciprus : Iya deh. Aku mau.

Setelah percakapan yang singkat itu, aku dan Refa langsung jalan ke arah kelas dan Ciprus menjaga di depan kelas. Keluar dari kelas lewat jendela belakang dan kabur dari pesantren untuk yang kedua kalinya.
Kaburnya sih berjalan dengan lancar. Tapi tanpa sadar, waktu kami mau naik di angkutan umum, ternyata ada pembina yang ngeliat kami. Sial banget .. !!

Waktu mau kembali ke pesantren, di jalan pulang, kami juga ketemu sama pembina. Bertambahlah kesialan kami hari itu. Demi menghidari pembina kami jalan sejauh kurang lebih 3 km dari pusat kota ke rumah sakit daerah. Kaki rasanya udah mau patah. Kabur emang gak selalu gampang. Butuh perjuangan dan pengorbanan.

Untung aja waktu itu Tuhan gak marah sama kami, kami masih di tolong dengan cara ada angkot yang lewat di depan kami. Tanpa basa-basi, langsung aja deh kami nyetop tuh angkot. Ah .. !! Lega rasanya bisa duduk. Tinggal tunggu aja nih, hukuman apa yang bakal pembina kasih ke santri nakal kayak kami ini.

Templates grátis free