Páginas

Kamis, 09 Januari 2014

Pengalaman Awal Tahun

Tahun baru. Hal baru. Pengalaman baru.

Itulah yang kurasakan dan ku alami memasuki Tahun Baru 2014. Ada beberapa hal baru dan pengalaman baru yang ku dapatkan di Tahun Baru ini.

Salah satunya adalah pengalaman pertamaku naik pesawat terbang dari Selayar ke Makassar. Ini bukan kali pertama aku naik, sebelumnya aku sudah pernah naik pesawat, tapi bukan pesawatnya Selayar. Dan di Tahun Baru ini, untuk pertama kalinya aku naik pesawatnya Selayar yang ukurannya tidak lebih besar dari seperduanya pesawat Lion Air. Kecil dan hanya dapat menampung sekitar kurang lebih 20 orang. Di dalamnya bahkan lebih besar bus antarkabupaten. Lorongnya sempit dan jarak antar tempat duduk sangat sedikit.

Melihat kondisi pesawat, perasaanku yang awalnya sudah tidak enak di akibatkan takut ketinggian dan trauma beberapa tahun yang lalu semakin tidak enak. Cemas, gugup, takut, dan waswas bercampur jadi satu.

Belum lagi suara baling-baling pesawat yang memekakkan telingan sehingga penumpang harus menggunakan headset yang telah di sediakan di dalam pesawat.

Pesawat yang ukurannya lebih besar saja seperti Lion Air dan Garuda yang kondisinya lebih bagus, nyaman, dan suara mesinnya halus tidak dapat membuatku nyaman menikmati penerbangan, apalagi pesawat kecil seperti ini. Sudah terbayang di benakku bahwa penerbangan ini akan terasa sangat lama dan sangat menyiksa. Bayangan-bayangan ketidaknyaman berkelebat dengan cepat di depanku membuatku tambah mual dan ingin segera mengakhiri penerbangan.

Untunglah penerbangan ini hanya berlangsung selama 45 menit. Jadi aku tidak perlu terlalu lama tersiksa dan berada dalam keadaan tidak nyaman dalam waktu yang lama.

Satu-satunya hal yang dapat menghiburku dalam penerbangan ini adalah pramugarinya membagi-bagikan snack ke penumpang. Entahlah apa tujuannya. Padahal penerbangan ini tidak cukup satu jam. Tapi tak apalah. Daripada tidak dapat sama sekali.

Tapi hal itu juga membuatku heran. Pesawat seperti ini punya pramugari ? Hebat juga. Aku baru tau pesawat itu punya pramugari setelah dapat snack tadi, karena sebelum penerbangan berlangsung, parmugarinya tidak memperagakan cara menyelamatkan diri saat terjadi kecelakan seperti yang biasa dilakukan oleh pramugari pada umumnya.

Ya, itulah pengalaman pertamaku naik pesawat dari Selayar ke Makassar dan juga semoga menjadi yang terkahir. Gak lagi-lagi deh. Kapok. Aku lebih baik mabuk laut daripada mabuk udara. Sebagaimanapun menjengkelkannya mabuk laut, tapi lebih menjengkelkan mabut udara. Karena mabuk udara bukan hanya mual dan pusing, tapi telinga juga terasa sakit karena telinga kemasukan udara. Dan itu sakit banget.

Templates grátis free