Tampilkan postingan dengan label My Best Friend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Best Friend. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016

Catatan Akhir Sekolah : Happy Birthday, Idha !


Hari ini, hari yang kau tunggu.

Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah slalu.

Yang ku beri, bukan jam dan cincin

Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati


HappyBirthday, Idha !!

Selamat Hari Kelahiran Teman Kelas, Teman Galau, Teman Curhat, Teman Baper, Teman Chat sampe tengah malam, Teman ngeJomblo juga (hahaha), Teman Segala-galanya.

Selamat Bertambah Dewasa !!

Cieee !! Yang udah Tujuh Belas Tahun. Yang udah dewasa. Udah mau urus KTP. Udah bisa liat konten yang 17tahun ke atas *ups.

Jadi anak yang baik ya, Cabe ! Tetap jadi gadis cantik kebanggaan kita semua. Tetap jadi seperti sekarang, atau kalau bisa lebih baik lagi. Prestasinya ditingkatkan.
Jangan pernah berubah. Jika ingin berubah, berubahlah menjadi yang lebih baik. Tetaplah jadi teman yang selalu setia mendengar semua curhatan galau tidak jelasku dan menanggapinya dengan sepenuh hati.


Tuhan, temanku yang satu ini sudah dewasa. Jaga dan sayangilah dia, Tuhan. Jadikanlah dia anak yang baik, berbakti, sukses, dan berguna bagi bangsa, agama, dan Negara.

Aku sangat bangga bisa menjadi salah satu bagian dari perayaan SweetSeventeen-mu. Melihatmu tumbuh selama 3 tahun ini. Melihatmu berubah sedikit demi sedikit. Perubahan yang baik tentunya. Dari yang awalnya pendiam, sekarang sudah mulai ikut-ikutan cerewet. Yang awalnya jarang bersuara, sekarang udah sering ikutan nimbrung kalau ada yang ngobrol. Yang awalnya ALAY, sekarang sudah tobat dari keALAYan itu.

Maaf gak bisa ngasih hadiah. Bukannya gak mau. Tapi aliran dana dari pusat agak kurang lancar. Hanya cukup untuk jajan di sekolah dan membayar photocopyan soal-soal. Kelas tiga membutuhkan lebih banyak dana daripada tahun-tahun sebelumnya.

Sekali lagi, Selamat memasuki usia dewasa, Cabe Kesayangaaaannn !!

Be The Best and Do The Best !!

Selasa, 02 Desember 2014

Ada Beberapa Orang

Ada beberapa orang di hidup ini yang hanya menarik pada saat masa sekolah saja. Lepas dari masa itu, dia tidak menarik lagi bahkan cenderung menjengkelkan.

Sebut saja teman, atau bisa di bilang sahabat SMPku. Namanya Jafar. Dulu waktu SMP aku pernah mengalami yang namanya jatuh cinta pada sahabat ku sendiri. Entah kenapa, tapi saat itu dia tampak menarik bagiku. Semua yang berhubungan dengan dia adalah sesuatu yang indah dan dapat membuatku luluh.

Mulai dari caranya berbicara, sikapnya yang apa adanya, gokil, santai, pokoknya saat itu semua yang ada padanya adalah hal yang baik dan menarik. Bahkan setelah dia jadian dengan temanku dan aku harus sakit hati tetapi harus ikhlas menerima semua itu, dia tetap tampak baik dan menarik di mataku. 

Bahkan setelah dia dikeluarkan dari sekolah aku tetap berharap dapat bertemu lagi dengannya dan dia aku bisa berusaha kembali mencuri hatinya.

Tapi, setelah beberapa tidak bertemu dengannya, ada sesuatu yang berubah. Pernah sekali dia menelponku dan memintaku untuk jadi bagian dari hidupnya, tapi saat itu aku sudah terlanjur sakit hati dan tidak mau menerimanya. Mengapa baru sekarang ? Mengapa setelah kau dicampakkan baru kau mencariku ? Mengapa tidak dari dulu ? Apakah aku hanya pelarian ? Atau kau terlambat menyadari bahwa sebenarnya aku lah orang yang selalu ada untukmu ? Aku bahkan sempat kehilangan harga diriku di hadapanmu karena aku mengakui bahwa aku menyukaimu, tapi kau meresponnya dengan biasa-biasa saja.

Saat itu aku sempat berpikir untuk menerimanya tapi dengan syarat aku ingin bertemu dengannya sekali saja. Karena aku rindu ingin bertemu dengannya. Rindu dengan candaan dan obrolan kami di salah satu sudut masjid pesantren Babussalam setiap malam ahad sesudah shalat maghrib. Kini itu semua hanya menjadi kenangan.

Setelah saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar darinya dan dia seakan-akan hilang dari kehidupanku.

Dan pesona yang dia berikan waktu SMP ? Hilang dan pergi bersamaan dengan hilangnya dia dari hidupku. Rasa suka itu sudah tidak lagi. Rasa kagum dan menarik itu hilang diterbangkan angin. Dan dia sudah tidak menarik lagi bagiku. Kini dia hanya sahabat SMPku yang lama tidak berjumpa.

Selain Jafar, ada satu orang lagi yang juga waktu SMP sempat memberikan kisah Cinta Monyet untukku. Namanya Alim. Aku pernah menulis tentang dia di sini.

Hampir sama dengan Jafar, dia juga menawarkan sebuah pesona yang sulit untuk di tolak. Pesona tersebut menyilaukan mata hingga tidak peduli bahwa saat itu dia sedang bersama seseorang. Tapi dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaanya karena takut merusak persahabatan yang telah kami bina. Tapi tetap saja, rasa suka itu tidak akan hilang begitu saja. Bahkan hingga aku kelas satu SMA, aku masih berharap dia akan pindah ke sekolahku dan kami bisa akrab lagi seperti saat SMP. Sayang, itu semua hanyalah harapan kosong yang tidak mungkin terwujud.

Kabar terakhir yang ku dengar, dia berhenti sekolah.

Sejak saat itu, rasa suka ku ke dia langsung hilang begitu saja. Apa yang bisa diharapkan dari seseorang yang tidak bersekolah ? Dan sama seperti Jafar, kini dia juga hanya lah sahabat SMPku yang paling ku sayang dan dia juga menyayangiku tapi tidak untuk dijadikan teman hidup.
Istilah “Terima apa adanya” tidak ada dalam kamus kehidupanku. Mau makan apa kalau hanya bermodalkan cinta. Cinta tidak dapat membuat kenyang.

Selain mereka berdua, ada lagi kakak kelas ku di Aliyah, namanya Ali. Waktu aku masih kelas satu dan dia kelas tiga, aku sempat ngefans dan suka dengan dia. Bagaimana tidak ? Penampilannya yang keren, suaranya bagus, pintar memainkan alat music, sosok laki-laki idaman hampir semua wanita.

Beruntung sekali orang yang ditaksir olehnya. Dan temanku merupakan salah satu orang yang dia taksir. Tentu saja aku tidak termasuk dalam daftar cewek yang dia taksir. Aku tidak memenuhi criteria standard yang dia tetapkan.

Aku sempat iri dengan temanku itu. Enak sekali bisa di taksir oleh kakak kelas sekeren itu.

Tapi, hampir sama dengan Jafar dan Alim, menjelang saat-saat terkakhir SMAnya dia menjadi agak-agak stress. Entah karena pengaruh apa. Tapi yang ku dengar dari gossip yang beredar, dia mengalami semacam masalah religious. Entah apa maksudnya itu.

Nah, saat itu lah pesona yang dia miliki hilang. Cahaya yang selama ini mengelilinginya kini berubah menjadi gelap. Bahkan setitik cahaya pun tidak ada yang tersisa. Pesonanya benar-benar hilang.

Kini aku berpikir, untunglah aku tidak termasuk dalam daftar cewek yang dia taksir. Pernah ngefans ke dia tidak apa, itu hanyalah kesalahan kecil yang biasa dilakukan oleh remaja labil. Untunglah aku sempat menyadari hal itu.


Jadi, dalam kehidupan ini, ada beberapa orang yang seiring berjalannya waktu, pesonanya bagaikan hilang sedikit demi sedikit di terbangkan oleh angin dan mungkin diberikan ke orang lain yang lebih pantas dan lebih tau bagaimana cara menggunakan dan mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh Allah swt.

Minggu, 19 Mei 2013

Tersenyumlah Dian Sayang

Kehilangan. Mungkin itu adalah peristiwa yang sangat tidak di inginkan untuk di alami oleh seseorang. Karena kehilangan itu akan sangat menyakitkan. Entah itu kehilangan teman, sahabat, pacar, ataupun orang tua.


Itulah yang saat ini di rasakan oleh salah seorang sahabat terbaikku. Namanya Lidia Adriani Yuspita. Entah apa yang telah di rencanakn Tuhan untuknya. Tiga hari yang lalu Tuhan mengambil orang yang paling di sayang olehnya dan satu-satunya orang berharga yang dia punya.

Tuhan mengambil Ibu yang sangat di sayanginya. Sangat tak bisa ku bayangkan betapa sedihnya Dian (panggilan akrabnya), harus kehilangan Ibu di usia yang sangat muda. Bukan hanya itu saja, dia juga telah kehilangan Ayahnya tiga tahun yang lalu dalam kecelakaan lalu lintas.

Sebagai sahabat, aku turut berdukacita dan turut sedih. Sekarang Dian harus menjalani kehidupan yang berat ini sendirian, di dampingi oleh kakaknya sekaligus kembarannya, Muhammad Adrian Adam.

Sebagai sahabat, aku merasa tidak berguna. Di saat Dian butuh orang untuk menenangkan dia, untuk bersandar, aku tidak bisa ada di sampingnya. Di saat dia membutuhkan, aku tidak bisa ada untuknya. Aku merasa tidak berguna sama sekali.

Bahkan, pada malam ta'ziyyahnya pun saya tidak datang. Menyesal. Aku cuma bisa menenangkan dan menghiburnya lewat pesan instant (SMS).

Terakhir, aku SMS dia, aku tanya, "Pa kabar? G ngpain?", dia jawab,"Alhamdulillah baik. Lagi sedih."

Aku miris mendengar jawaban Dian. Tiga hari sudah berlalu tapi dia masih saja tetap sedih. Aku berusaha menghiburnya, menenangkannya, dan berusaha membuatnya tersenyum kembali seperti dulu. Tapi aku rasa usahaku sia-sia.

Tentu akan sangat sulit baginya untuk move on dari keadaan yang sekarang. Aku juga tidak tau bagaimana cara yang tepat untuk membuatnya ikhlas menerima ini semua karena aku tidak pernah merasakan kehilangan. Sedangkan dia sudah dua kali kehilangan orang yang dia sayang.

Aku cuma bisa bilang "Tersenyumlah Dian Sayang. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untukmu di balik semua musibah ini" ...





Sumber gambar :
dinilatif18.wordpress.com

Minggu, 12 Mei 2013

Happy Birthday, My Best Friend .. !!

15 tahun yang lalu, bertepatan dengan hari ini, seorang bayi laki-laki lahir dari pasangan entahlah, aku gak tau siapa nama orang tuanya. Yang pasti bayi itu sekarang udah besar dan menjadi sahabat terbaikku. Ini dia penampakannya. *kabuuurr ,, Alim lg ngmbil ancang-ancang tuh ..


ini dia bayi yang lahir 15 tahun yg lalu pada tanggal 11 Mei


Sekarang dia udah besar dan hari ini merupakan hari ulang tahunnya. Sebagai perayaan sekligus pengingat, supaya suatu saat nanti aku tidak lupa kalau aku pernah punya sahabat yang aneh, unik, dan antik seperti dia, jadi hari ini aku mau membahas tentang dia dan semua kegilaannya.

Dari foto yang di atas, pasti kesan pertama yang kalian bisa tangkap adalah kalau dia orangnya berantakan, nakal, dan apalah yang lain. Foto di atas sangat mencermikan kalau dia kelihatan sebagai pribadi yang bebas dan gak suka di atur.

Walaupun dalam kehidupan nyata, sebagian besar memang begitu, tapi seperti manusia kebanyakan, dia juga memiliki sisi yang baik. Tapi sayang, sisi baiknya tidak nampak dalam pergaulannya sehari-hari, jadi orang mengenalnya sebagai orang yang nakal.

Oh ya, sampe lupa, nama dia Alim. Lengkapnya Nur Alim Hamzah. Tapi kami biasa memanggilnya dengan Alrhy. Cukup keren sih untuk orang dengan tampang kayak gitu.#ditabokin aliim #larii .. Walaupun dengan berat hati, aku harus mengakui ini, kalau sebenarnya, dia itu sangat sangat sangat sangat baik, perhatian juga.

Dia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Dan kata guru-guru nih, Alim tuh orangnya beda banget di bandingkan dengan kakak-kakaknya. Kakak-kakaknya tuh orangnya baik, penurut, gak nakal, dan sopan. Sedangkan Alim ? Dia bertolak belakang dengan itu semua. Itu sih kata guru.

Kenyataannya ?? Ya emang begitu, dia memang sangat nakal, pembangkang, dan keras kepala. Dia terkenal sebagai murid yang susah di atur.

Pernah nih satu kali. Waktu itu terjadi pergantian guru Matemtika. Jadi guru Matematika kami di ganti, kami di ajar oleh guru kelas 1, dan guru Matematika kami pindah ke kelas 1. Guru ini, sebut saja Ibu Tina, dia selalu saja marah-marah setiap masuk ke kelas kami.

Kami tentu saja tidak akan terima begitu saja kalau kami di marahi terus-menerus. Akhirnya kami pun melakukan pemberontakan. Baca selengkapanya di postinganku yang berjudul "Pemberontakan Yang Mengharukan". Dan yang paling semangat melakukan pemberontakan, ya si Alim ini.

penampakan Alim yang lain

Hari itu Ibu Tina marah besar karena Alim hanya tidur saja dan tidak memperhatikan apa yang sedang Ibu Tina jelaskan. Ibu Tina menyuruh Alim untuk tidur di depan kelas jika dia masih mau tidur di dalam kelas. Maksudnya sih sebagai teguran supaya Alim tidak tidur di kelas lagi.

Tapi dasar Alimnya yang aneh, dia malah melaksanakan apa yang Ibu Tina katakan waktu itu. Dia tidur di depan kelas. Dia tidur telentang di depan kelas. Dia bahkan mengajak sahabat terbaiknya, Laits, untuk tidur di depan kelas bersamanya.

Entah apa yang ada di pikiran Alim saat itu. Dia benar-benar aneh, tapi juga berani. Kami satu kelas, hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah anenhnya Alim yang memperlakukan Ibu Tina bak orang bodoh.

Dia juga terkenal sebagai santri yang paling sering melanggar. Tapi sebenarnya banyak orang yang salah besar menilai Alim.

Aku, sebagai pribadi yang berhati lembut, bergaul dengan siapa saja, dan mau menerima kekurangan orang #apaseeh .. mau bergaul dengan dia bagaimanapun penilaian orang terhadapnya.

Di kacamata kami (sahabat-sahabatnya), walaupun sebenarnya hanya satu orang di antara kami yang memakai kacamata, dia adalah orang yang baik, perhatian, pengertian, dan selalu ada di saat sahabat-sahabatnya lagi butuh.

Dia menjadi penghibur di kala duka menghampiri. Dia selalu bisa membuat orang di sekitarnya tertawa melihat tingkah laku konyolnya, bahkan kadang, guru yang jengkel terhadap sikapnya, dapat tertawa di buatnya.

Bagi kami, Alim adalah orang yang menyenangkan, enak di ajak ngobrol, kalau ngobrol ama dia tuh, kita gak pernah kehabisan bahan obrolan. Pasti ada aja yang bisa di obrolin. Selain itu, Alim juga orangnya gak ngebosenin.

Mungkin cuma itu yang bisa ku ceritakan tentang Alim.

Yang pasti Alim akan selalu ada di hati kami dan akan menjadi kenangan yang indah. :)

Mungkin kayaknya setelah mempost tulisan ini, aku harus segera kabur deh. Takut nanti Alim baca tulisan ini dan dia nabokin aku karena aku udah ngebeberin aibnya di dunia maya. Hhehehehehe .. :) #kabuuurr ... !!
 
ReKerNoPis Blogger Template by Ipietoon Blogger Template