Tampilkan postingan dengan label pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Pemberontakan Yang Mengharukan


Pernah nih, satu kali.Waktu itu minggu pertama kami belajar Matematika dengan guru baru, sebenarnya sih tidak baru, dia mengajar di kelas 1 tapi tidak mengajar di kelas 3, jadi aku bilang "baru" karena dia baru saja mengajar di kelas 3.

Guru baru, tentu saja suasana baru. Jadi kami, siswa kelas 3, harus beradaptasi lagi dengan suasana baru yang di ciptakan guru ini di kelas kami yang tenang dan menyenangkan. Sayangnya, guru ini tidak terlalu menyukai suasana kelas kami yang, ya memang, kelas kami kelebihan kapasitas, tapi itulah serunya, karena kelas kami kelebihan kapasitas, jadi otomatis kelas kami tuh ribut, heboh, penuh sesak, susah di atur, dan apalah yang lain.

Coba kalian bayangkan sendiri, 32 remaja yang baru saja akan memasuki masa dewasa dan tengah berada di masa puncak kenakalannya berkumpul dalam satu ruangan yang tidak cukup besar untuk siswa sebanyak itu.

Mungkin karena hal itu, guru tersebut, sebut saja Ibu Tina, dia selalu saja marah-marah setiap masuk kelas kami. Awalnya kami pikir, dia sedang datang bulan, makanya dia marah-marah terus, eh, setelah satu bulan berlalu, dia masih saja marah-marah.

Kami tentu saja tidak akan terima begitu saja kami di marahi setiap pertemuan, akhirnya, kami pun melakukan pemberontakan. Dan yang paling semangat melakukan pemberontakan itu adalah sahabat terbaikku, Alim.

Dian merupakan orang yang paling bersemangat melakukan pemberontakan karena dia adalah siswa yang paling sering jadi korban kemarahan Ibu Tina. Gimana gak jadi korban ?? Wong dia anaknya nakal gitu. Setiap guru pasti bakalan geregetan ngeliat tingkah dia.

Hari itu merupakan hari pelaksanaan rencana kami yang telah kami atur dan susun dengan rapi di asrama. Rencananya, kami semua akan keluar kalau Ibu Tina menyuruh kami keluar supaya gak ada yang tersisa di kelas dan dia kapok mengajar di kelas kami.

Seperti hari-hari biasanya, Ibu Tina masuk ke kelas kami dengan susana hati yang kusut belum di setrika. Seperti biasa juga, hari itu kami menyambut Ibu Tina dengan wajah yang biasa-biasa saja. Tanpa Ibu Tina tau, kalau di dalam otak kami sudah ada rencana yang bisa di bilang rencana kurang ajar.

Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Suasana kelas sunyi senyap kayak di kuburan karena emang gak ada yang berani nanya kalau Ibu Tina yang mengajar. Siswapun di landa kebosana karena belajar di kuburan, eh maksudnya suasananya kayak kuburan.

Ritual yang biasa kami lakukan kalau sedang bosan adalah ngobrol dengan teman di samping kiri-kanan depan-belakang. Maka suasana berubah 100%, kelas yang tadinya sunyi senyap kayak kuburan menjadi rame kayak pasar.

Ocehan terdengar di mana-mana. Tanduk Ibu Tina langsung keluar dan............. dia marah-marah. Kami pun diam seketika. Bukannya takut sama semburan marah-marah Ibu Tina. Tapi kami jengkel karena di marahin terus. Kami diam bukan berarti kami patuh. Kami diam tapi dalam hati kami menggerutu.

Sambil malas-malasan kami kembali mendengarkan kicauan Ibu Tina. Kayaknya rencana harus di jalankan nih. Dalam kebosanan itu, salah satu ritual lain yang pasti akan di lakukan siswa adalah tidur dalam kelas. Dan yang yang jadi mangsa Ibu Tina hari itu adalah Alim.

Dia kedapatan tidur dalam kelas. Ibu Tina menegurnya dengan bilang kayak gini,"Alim, kalau masih mau tidur, tidur saja di sini, di depan kelas.". Itu sih maksudnya teguran. Tapi entah kenapa, Alim malah menganggapnya sebagai perintah dan menjalankannya.

Itu sebenarnya merupakan bentuk protesnya Alim, karena dia paling sering di mangsa sama Ibu Tina. Tidak cukup hanya tidur di depan kelas, Alim pun mengajak sahabat terbaiknya, Laits, untuk tidur di depan kelas bersamanya.

Jelas saja Ibu Tina marah besar. Giman gak marah ? Seorang guru matematika yang terkenal pintar di kalangan para guru di permainkan dan di perlakukan bak orang bodoh oleh siswanya sendiri di hadapan 30 siswa yang lain. Pasti malu banget tuh.

Akhirnya Ibu Tina mengeluarkan senjata pamungkasnya dan paling sering di gunakannya kalau dia sudah tidak bisa mengendalikan kami.

"Yang mau saja belajar di dalam. Yang tidak mau belajar, SILAHKAN KELUAR ! Pintu terbuka lebar untuk kalian. Saya tidak akan menahan kalian. Bla...bla...bla...bla..", maaaasiiihh banyak lagi ocehan Ibu Tina hari itu.

Senjata itu lah yang kami jadikan sebagai boomerang untuk melawan kembali. Rencana yang telah di susun pun kami laksanakan. Di awali dengan Alim yang telah dendam kesumat ke Ibu Tina, di ikuti oleh Laits, dan beberapa santri putra yang lain.

Awalnya hanya beberapa saja yang keluar. Beberapa lebih memilih di dalam. Mereka yang di dalam takut mengambil resiko. Termasuk ya bikin ide itu sendiri. Hehehehe. Sebenarnya penggagas ide itu adalah santri putri, tapi kami sendiri malah adem ayem aja dalam kelas tanpa beranjak sedikitpun.

Santri yang udah ada di luar pun mengancam dan marah,"Wah, gak solid nih !! Keluar donk .. !! Keluar .. !!", kata mereka marah-marah di luar kelas.

Bahkan ada beberapa santri putra yang masuk kembali ke dalam dan menarik ke luar santri putra yang masih ada di dalam.

Alhasil, santri putra yang ada di dalam tinggal 3 batang dan santri putri yang ada di dalam utuh, 12 lobang. Hehehehe. Penghianat kelas nih. Wkwkwkwkwk ...

Dalam hati kami kurang puas sekaligus takut, kami kecewa karena rencana kami tidak berjalan dengan sempurna, tapi kami juga takut akan apa yang akan terjadi selanjutanya pada kelas kami. Kami takut nanti malah akan tambah parah, di marahi dari guru-guru yang lain.

Di luar dugaan dan di luar rencana, tiba-tiba Ibu Tina terisak. Dia menangis. Ya ..!! DIA MENANGIS. Ibu Tina menangis.

Kami kaget. Loh ? Koq ? Ada apa ini ?? Kenapa ?? Koq Ibu Tina nangis ?? Dosa dong kita .. !! Malah dia
pake ngadu lagi ke suaminya. Ya, waktu dia nangis tuh, dia sempat telpon suaminya dan mengadukan apa yang telah kami lakukan ke dia.

Gawat nih .. !! Bisa runyam nih masalahnya. Pada kondisi seperti itu, hati kecil kami tersentuh. #hati kecil #sookk .. Kami maju ke meja guru dan mencoba menenangkan Ibu Tina.

Gak tau juga kenapa. Kayaknya kelas tiga emang puncaknya nakal ya. Perasaan dulu aku gak nakal-nakal banget. Apalagi sampai berani melawan guru. Tapi, lihatlah aku hari ini. Nakalnya kebangetan sampe bikin guru nangis.

Kami berhasil membuat guru killer nangis gara-gara tingkah kami. Padahal rencana awalnya gak sampe bikin guru nangis.

Hmmm.. Pemberontakan yang kami lakukan malah menyebabkan duka.






Nb : Jangan di tiru ya kawan-kawan ....

Minggu, 12 Mei 2013

Happy Birthday, My Best Friend .. !!

15 tahun yang lalu, bertepatan dengan hari ini, seorang bayi laki-laki lahir dari pasangan entahlah, aku gak tau siapa nama orang tuanya. Yang pasti bayi itu sekarang udah besar dan menjadi sahabat terbaikku. Ini dia penampakannya. *kabuuurr ,, Alim lg ngmbil ancang-ancang tuh ..


ini dia bayi yang lahir 15 tahun yg lalu pada tanggal 11 Mei


Sekarang dia udah besar dan hari ini merupakan hari ulang tahunnya. Sebagai perayaan sekligus pengingat, supaya suatu saat nanti aku tidak lupa kalau aku pernah punya sahabat yang aneh, unik, dan antik seperti dia, jadi hari ini aku mau membahas tentang dia dan semua kegilaannya.

Dari foto yang di atas, pasti kesan pertama yang kalian bisa tangkap adalah kalau dia orangnya berantakan, nakal, dan apalah yang lain. Foto di atas sangat mencermikan kalau dia kelihatan sebagai pribadi yang bebas dan gak suka di atur.

Walaupun dalam kehidupan nyata, sebagian besar memang begitu, tapi seperti manusia kebanyakan, dia juga memiliki sisi yang baik. Tapi sayang, sisi baiknya tidak nampak dalam pergaulannya sehari-hari, jadi orang mengenalnya sebagai orang yang nakal.

Oh ya, sampe lupa, nama dia Alim. Lengkapnya Nur Alim Hamzah. Tapi kami biasa memanggilnya dengan Alrhy. Cukup keren sih untuk orang dengan tampang kayak gitu.#ditabokin aliim #larii .. Walaupun dengan berat hati, aku harus mengakui ini, kalau sebenarnya, dia itu sangat sangat sangat sangat baik, perhatian juga.

Dia merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Dan kata guru-guru nih, Alim tuh orangnya beda banget di bandingkan dengan kakak-kakaknya. Kakak-kakaknya tuh orangnya baik, penurut, gak nakal, dan sopan. Sedangkan Alim ? Dia bertolak belakang dengan itu semua. Itu sih kata guru.

Kenyataannya ?? Ya emang begitu, dia memang sangat nakal, pembangkang, dan keras kepala. Dia terkenal sebagai murid yang susah di atur.

Pernah nih satu kali. Waktu itu terjadi pergantian guru Matemtika. Jadi guru Matematika kami di ganti, kami di ajar oleh guru kelas 1, dan guru Matematika kami pindah ke kelas 1. Guru ini, sebut saja Ibu Tina, dia selalu saja marah-marah setiap masuk ke kelas kami.

Kami tentu saja tidak akan terima begitu saja kalau kami di marahi terus-menerus. Akhirnya kami pun melakukan pemberontakan. Baca selengkapanya di postinganku yang berjudul "Pemberontakan Yang Mengharukan". Dan yang paling semangat melakukan pemberontakan, ya si Alim ini.

penampakan Alim yang lain

Hari itu Ibu Tina marah besar karena Alim hanya tidur saja dan tidak memperhatikan apa yang sedang Ibu Tina jelaskan. Ibu Tina menyuruh Alim untuk tidur di depan kelas jika dia masih mau tidur di dalam kelas. Maksudnya sih sebagai teguran supaya Alim tidak tidur di kelas lagi.

Tapi dasar Alimnya yang aneh, dia malah melaksanakan apa yang Ibu Tina katakan waktu itu. Dia tidur di depan kelas. Dia tidur telentang di depan kelas. Dia bahkan mengajak sahabat terbaiknya, Laits, untuk tidur di depan kelas bersamanya.

Entah apa yang ada di pikiran Alim saat itu. Dia benar-benar aneh, tapi juga berani. Kami satu kelas, hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah anenhnya Alim yang memperlakukan Ibu Tina bak orang bodoh.

Dia juga terkenal sebagai santri yang paling sering melanggar. Tapi sebenarnya banyak orang yang salah besar menilai Alim.

Aku, sebagai pribadi yang berhati lembut, bergaul dengan siapa saja, dan mau menerima kekurangan orang #apaseeh .. mau bergaul dengan dia bagaimanapun penilaian orang terhadapnya.

Di kacamata kami (sahabat-sahabatnya), walaupun sebenarnya hanya satu orang di antara kami yang memakai kacamata, dia adalah orang yang baik, perhatian, pengertian, dan selalu ada di saat sahabat-sahabatnya lagi butuh.

Dia menjadi penghibur di kala duka menghampiri. Dia selalu bisa membuat orang di sekitarnya tertawa melihat tingkah laku konyolnya, bahkan kadang, guru yang jengkel terhadap sikapnya, dapat tertawa di buatnya.

Bagi kami, Alim adalah orang yang menyenangkan, enak di ajak ngobrol, kalau ngobrol ama dia tuh, kita gak pernah kehabisan bahan obrolan. Pasti ada aja yang bisa di obrolin. Selain itu, Alim juga orangnya gak ngebosenin.

Mungkin cuma itu yang bisa ku ceritakan tentang Alim.

Yang pasti Alim akan selalu ada di hati kami dan akan menjadi kenangan yang indah. :)

Mungkin kayaknya setelah mempost tulisan ini, aku harus segera kabur deh. Takut nanti Alim baca tulisan ini dan dia nabokin aku karena aku udah ngebeberin aibnya di dunia maya. Hhehehehehe .. :) #kabuuurr ... !!

Kamis, 09 Mei 2013

Munaqasyah .. Ancuuurr .. !!

Kemarin, tanggal 8 Mei 2013, semua santri kelas IX SMP dan XII SMA melaksanakan ujian Munaqasyah. Oh ya, munaqasyah itu adalah ujian terakhir yang harus dilaksanakan oleh santri untuk bisa mendapatkan ijazah pondok dan ijazah sekolah. Bnetuk ujiannya adalah menghapal juz 30.

Beberapa minggu sebelum tanggal 8 kemarin, pihak pondok sudah memberitahukan ke kami semua untuk memepersiapkan diri dengan menghapal juz 30. Tapi dasar kaminya aja yang bandel dan malas, pemberitahuan itu hanya di anggap sebagai angin lalu.

Waktu pun berlalu dengan begitu cepat, dan waktuku tinggal seminggu untuk menghapal satu juz. Mama dan Papa yang tau kalau aku harus menghapal sru juz untuk bisa mendapatkan ijazah terus memaksaku untuk menghapal.

Aku yang malasnya ampun-ampunan, apalagi di suruh menghapal, gak bakalan maulah. Gak menghapal juga pasti bisa koq dapat ijazah. Pikirku saat itu. Satu minggu yang tersita yang ku lakukan hanyalah bersantai di rumah.

Sekalipun menghapal, aku hanya mengulang beberapa surah yang memang sudah ku hapal. Supaya nantinya kalau aku gugup, aku gak bakalan lupa.

Hari H pun tiba. Berhubung saat itu aku lagi gak ada di pondok, jadi aku datang ke pondok pagi-pagi sekali, sekitar jam 7 lah. Setelah sampai di asrama, temanku yang tadinya ada di rumah semua udah pada nongol di sini.

Aku sempat protes, gimana sih ?? Gak solid banget !! Katanya datangnya nanti, Rabu pagi, barengan, koq kalian udah pada di sini semua ?? Selidik punya selidik, ternyata mereka tuh datangnya kemarin sore. Yaa !! Curang .. Tapi gak apa-apalah, ada koq tiga orang lain yang datangnya Rabu pagi juga.

Aku ke pesantren di antar sama sopir dan juga mama. Sebelum pergi, mama sempat pesan ke aku, "Nanti kamu gak usah ikutan cerita sama teman-teman kamu. Lebih kamu mojok noh di pinggiran terus ngulang-ngulang hapalan kamu", kata mama dengan nada mengancam

Aku sih ngangguk-ngangguk aja kayak kebo mau di kurban. "Iya, ma. Iya. Aku pasti menghafal koq. Mama tenang aja.". Setelah mobil pergi dan gak keliatan lagi, bukannya melaksanakan wejangannya Mama, aku malah ikut-ikutan nimbrung ama teman-temanku yang udah asyik ngobrol dari sebelum aku datang.

Yaaahh, maklumlah, namanya juga perempuan. Bahan obrolannya gak pernah habis.

Acara yang di jadwalkan mulai pukul 07.30, molor dua setengah jam sampai pukul 09.00. Gimana gak ? Pesertanya aja jam segitu masih pada santai-santai di asrama. Malah ada yang belum mandi lagi. Kacau nih negara kalau calon penerusnya kayak gini. JAM KARET .. !!

Pimpinan pondok udah berkali-kali manggil kami lewat mic di kantor diniyah. Tapi seakan mengaggap itu angin lalu, kami cuma menjawab dari asrama,"Iya, Tad !! Tunggu bentar .. ". Kurang ajar nih pesantren, udah bebas aturan sih, makanya berulah. Hehehehehe. #ditabokin ustadz..

Setelah kesadaran kami pulih, karena tadi kami tidak sadar, kami akhirnya kasian juga mendengar ustadz udah capek manggil kami daritadi. Setelah semua siap, semua udah selesai dandan, udah pada akur lagi setelah tadi berebut cermin (cermin di asrama tuh cuma ada dua, dan yang mau pake cermin ada 10 cewek unik yang cantik, imut, kalem tapi kadang bisa beringas juga kalau lagi marah), udah pada harum, pokoknya semua udah selesai, barulah kami rombongan pergi ke aula.

Setelah di teliti lebih cermat, kami mau pergi ulangan tapi kayak mau pergi kondangan. Gimana gak ?? Gayanya itu looohh .. !! Cantik-cantik semua *emang udah cantik dari sononya .. Semuanya pada pake gamis dan jilbab segitiga, beneran kayak mau ke pesta. Kami malah ketawa sendiri setelah menyadari hal itu.

Di depan aula, udah ada ustazd yang jadi musuh bebuyutanku sejak aku masuk di pesantren, namanya gak usah di sebutin deh, dia udah manggil-manggil. Dia nyuruh kami cepat-cepat jalan, katanya tinggal kami yang di tunggu.

Wahh .. !! Berasa kayak orang penting. Ternyata benar, tinggal kami yang di tunggu, setelah kami duduk rapi, anggun dan manis, *mencerminkan muslimah pesantren karena lagi banyak orang, kan malu kalau nunjukin sifat asli di depan banyak orang. Hehehehe. acara baru di mulai.

Ada banyak orang dalam ruangan. Beberapa guru, orang tua santri, pembina, dan santri berkumpul di aula. Kini, semua yang aku anggap biasa-biasa saja, semua yang aku anggap remeh, aku sendiri malah mulai takut menghadapinya.

Ada banyak orang !! Bagaimana ini ? Nanti kalau aku lupa ato gak tau gimana ? Waduh, bisa malu nih .. !! Keringat dingin mulai mengucur membasahi tubuhku. Ku buka Al-Qur'an kecil yang ku bawa dan mengulang-ngulang hafalanku.

Aku gugup. Suasananya beda jauh dari yang ku bayangkan. Ku pikir hanya sedikit orang yang akan datang. Ku kira kami menghapalnya di masjid, bukan di aula. Malah pake mic lagi. Bertambahlah rasa gugupku.

Tapi tidak tau kenapa, setelah lama kelamaan, rasa gugup itu mulai hilang. Aku malah asyik bercerita dengan teman-temanku. Acara pun di mulai. Peserta pertama mulai naik. Dengan lancarnya dia bisa menghapalkan dengan fasih surah yang di suruhkan.

Aduh .. ?? Bagaimana ini .. ?? Aku mulai gugup lagi. Takut. Ada rumor yang beredar, katanya yang banyak hafalannya aja dulu yang di kasih naik duluan. Oke, kalau gitu aku bisa tenang untuk sementara waktu. Itu artinya, nanti kalau aku tampil, penontonnya sudah tidak terlalu banyak. Jadi aku tidak perlu terlalu malu kalau nanti aku salah.

Satu per satu nama peserta di sebutkan. Sampai pada nama Nur Hidayah Rusli. Mati .. ?? Yaya' udah naik, bentar lagi berarti giliranku, karena yang banya hafalannya udah naik semua. Aduh .. ??!! Bagaimana ini ?? Aku mulai panik.

Tidak lama setelah nama Yaya' disebutkan, namaku pun mulai di sebut sebagai peserta selanjutnya.

"Ya, selanjutnya Boyke Hendrawan. Bersiap-siap setelah ini Nurul Ilma Islamiyah", kata ustadz yang menjadi tim penguji hari itu.

Tuh kan. Ku bilang apa. Pasti nama aku gak bakal lama lagi. Gimana ini ? Mana masih banyak orang lagi. Perkiraan ku salah besar, ku kira nanti kalau aku naik undangan udah pada pulang. Yah, ini masih setia nongkrong di sini.

"Selanjutnya, Nurul Ilma Islamiyah", kata tim penguji dengan suara yang sengaja di buat supaya peserta gugup. Itu sih opini aku aja. Karena aku gugup setelah mendengar tim penguji menyebut namaku.

Dengan anggunnya, aku melangkah naik ke tempat yang sudah di sediakan. Berkali-kali aku membaca basmalah dalam hati dengan harapan semua berjalan dengan lancar.

"Ya, coba hafalkan Surah Al-Fatihah", kata tim penguji.

Setiap peserta yang naik, surah pertama yang di suruh hafal ya Surah Al-Fatihah. Aku mulai menghafal dengan suara yang ketahuan banget kalau aku lagi gugup. Dalam hati aku berucap,"semoga aja Al-Fatihahku lancar, kan selama ini, kalau aku baca Al-Fatihah dalam shalat, sering aku langkah-langkahin ayatnya" #gubraakkk

Di luar dugaan, ternyata Al-Fatihahku lancar. Selanjutnya aku di suruh menghafalkan Surah Al-Ikhlas. Wah, gampang nih, pikirku. Di luar dugaan. Tiba-tiba otakku BLANK .. !! Aku lupa pertengahan Surah Al-Ikhlas. Malu-maluin banget tau gak !! Surah segampang itu aku lupa. Nyesel deh gak ngelaksanain apa yang mama suruh tadi. Untung aja orangtua ku gak datang. Kalau datang sesudah acara ini, aku pasti di ceramahi abis-abisan tuh ama mereka.

Tapi setelah itu, semuanya lancar. Aku bisa menjawab semua soal yang di tanyakan. Sebagai penutup, tim penguji bilang kayak gini,"Ini kalau Surah-Surah pendek gak tau. Tapi kalau Surah-Surah panjang bisa masuk!".

Itu merupakan pujian ato sindiran, entahlah aku gak tau. Yang penting aku udah menghapal.

Akhirnya tuntas sudah bebankuu .. !! Cuma itu yang aku pikirkan waktu selesai Munaqasyah.

Tapi malunya itu loohh .. !! Tetap gak hilang ..

Masa Al-Ikhlas aja gak tauu .. !!

Arrrgghhh .. !!

Munaqasyaahhku Annccuurrr .. !!

Malu-maluin .. !!

Jumat, 03 Mei 2013

Ulang Tahunnya Fadhilah

Di pesantren itu, jiwa kebersamaan dan sosialnya kuat. Kalau ada yang sedih, pasti semuanya merasa sedih. Kalau ada yang senang, pasti yang lain juga kebagian senangnya. Selain itu, di pesantren juga ada kebiasaan buat ngerjain orang yang ulang tahun.

Hal itu dilakukan untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lain. Jadi yang bahagia bukan cuma yang ulang tahun aja. Tapi yang lain juga. Karena mereka ikut merasakan keseruan. Tapi sebenarnya yang ulang tahun tersiksa dengan acara itu. Karena mereka di aniaya secara berjama'ah. Hehehehe.



Hari itu tanggal 25 Agustus, tepat sehari setelah kami kembali dari libur Ramadhan. Dan juga tepat sehari aku menjadi santri baru di pondok pesantren itu. Aku sebagai santri baru tidak tau apa-apa dengan apa yang terjadi pada hari itu. Jadi awalnya aku cuek saja dan tidak menghiraukan apa yang sedang teman-temanku bicarakan pada waktu itu.

Aku tidak mau dianggap sok ikut campur urusan orang. Jadilah aku hari itu hanya diam saja di tempat tidurku yang nyaman sambil menulis-nulis di binder kesayanganku.


Ternyata eh ternyata, mereka sedang membicarakan acara ulang tahunnya Fadhilah. Mereka sedang menyusun rencana bagaimana caranya ngerjain Fadhilah hari itu. Fadhilah yang gak tau dirinya sedang jadi bahan pembincaraan juga adem ayem ngerjain aktivitasnya.

Waktu di sekolah sih semuanya baik-baik saja dan nampak tidak ada yang mencurigakan dari para pelaku kejahatan(?). Mereka bersikap seperti hari-hari biasa. Santai, main, ngobrol, dan lain-lain. Pokonya seperti hari-hari biasa yang lain.

Tapi, waktu pulang sekolah, rencana yang sudah dipersiapkan matang-matang malamnya, mulai dilaksanakan. Rugi donk udah rapat dadakan malam-malam tapi besoknya gak dilaksanain. Entah siapa yang memulai, di depan asrama Fdhilah mulai di siram menggunakan air campuran bahan-bahan yang gak banget. Molto + Bedak + Pasir = Kotor + Harum = Fadhilah lari menghindari serangan dari teman-temannya.

Aku hanya melihat aksi yang berbahaya (?) melalui jendela kamar yang ada di dekat ranjangnya. Di sekitar situ tertulis : "ADEGAN BERBAHAYA. HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL"#lo pikir lagi jalan di atas beling apa. Kan cuma acara siram-siraman. Dalam hati sih sebenarnya ada niat pengen gabung. Tapi mau diapa, saat itu, aku masih santri baru, musti jaga perilaku dulu.

Setelah acara siram-siraman di luar asrama selesai, Fadhilah masuk ke asrama dengan kondisi yang mengenaskan. Dia basah berat sodara-sodara. Aku kira acaranya cuma sampai di situ aja.Ternyata ada season keduanya*kayak sinetron aja. Acara siram-siraman di lanjutkan di teras belakang alis tempat mencuci.

Teman-temanku menyiram Fadhilah lagi dengan air bekas cucian dan air tergenang yang ada di lantai. Wah, bener-bener tega deh mereka. Fadhilah sampe nangis di belakang jamban. Maaf ya cantik, mereka kan cuma bercanda .Wkwkwk. Aku kembali hanya menjadi penonton keseruan hari itu. Mau gabung tapi malu-malu. Nanti aku gak digubris, kan malu sendiri nantinya.

Tanpa disangka-disangka ternyata Fadhilah manggil aku buat ikutan di keseruan itu. Wah, bener nih Dhilah manggil aku ? Aku gak mimpi kan ? Horee .. !! Dhilah manggil aku .. #lompat-lompat di atas genteng#. Tapi aku gak langsung mau. Sok-sokan jual mahal gitu. Hehehe. Tapi mereka maksa aku buat ikutan. "Ah, mia gak solid nih ! Gak mau ikutan basah-basahan!", kata Fadhilah waktu itu.

Karena aku tetap tidak mau ikut, akhirnya mereka menarikku masuk ke neraka(?), eh salah, ke teras belakang dan di siram pakai air kotor. Yaahh, basah deh. Aku kan belum ulang tahun. Koq udah di siram aja. Tapi gak apa-apa deh. Maka, mulailah kami siram-siraman. Berbagai macam jenis air pun digunakan dalam prosesi itu. Mulai dari air bersih yang dari kran, air bekas cucian, dan air kotor yang tergenang.

Abis acara ini musti beli bedak gatal nih kayaknya. Badan gatal-gatal semua !! Tanpa kami sadari, ternyata air yang kami gunakan itu banyak banget. Sampe-sampe, bak penampungan air warna orange yang besar itu tuh, airnya habis kami pake cuma buat siram-siraman hari itu.


bak penampungan air sebesar itu, airnya kami habiskan cuma buat ngerayain ultahnya Dhilah.
Pemborosan bangeett .. !! Hehehe ..

Gimana gak habis ?? Kami siram-siraman mulai dari sudah shalat dzuhur sampai menjelang ashar. Lama gak tuh?? Tangan dan kaki jadi keriput semua gara kelamaan kena air.

Tapi itu semua gak ada artinya selain keseruan yang kami rasakan hari itu. Selain keseruan itu, hal yang gak ada bayarannya lagi adalag hari itu aku merasa bangga, karena ternyata mereka bisa menerima kehadiranku. Bukrinya, walaupun aku masih santri baru, mereka mau melibatkanku untuk ikut berpartisipasi dalam keseruan mereka.

Terimakasih Fatimah Az-Zahra ...

I Love You ...



Sumber gambar :

Rabu, 01 Mei 2013

SIAL .. (Part I)

Hari itu aku sial banget .. !!
Benar-benar sial deh pokoknya. Baru aja dua kali kabur, eh kabur yang kedua ketahuan. Kabur yang pertama kan baik-baik aja tuh, lancar, terkendali, tanpa masalah. Tapi kabur yang kedua ini, masalahnya banyak banget.

Jadi ceritanya gini :

Hari itu di sekolah ku lagi diadain acara LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), jadikan yang ada di kelas itu cuma peserta LDK aja. Buat kami yang gak ikut LDK, ya seperti biasa, nganggur diasrama. Tapi ya namanya juga nganggur, kan gak ada nganggur yang enak.

Bosan di asrama, setan kecil pun mulai menggodaku dan kawan-kawan #lagi. Aku bilang lagi, karena setiap ada niat buruk, pasti yang godain aku buat ngelakuin hal buruk ya itu, si setan kecil itu. Bosan di asrama, muncullah ide untuk melaksanakan misi kabur yang berikutnya. Temanku kabur kali ini adalah sahabatku sendiri, namanya Refa.

Hampir sama seperti kabur yang pertama, hal pertama yang kami lakukan adalah meninjau lokasi kabur. #alaah, meninjau, kayak mau pemilihan aja bu. Setelah kami cermati dan kami teliti dengan seksama #bahasa lo#, ternyata medan tidak terlalu mudah untuk di lewati. #medan apalagi ini.

Di sekitar Tempat Kejadian Perkara #eh, lo kira pembunuhan apa#, di sekitar kelas, banyak guru-guru killer berkeliaran. Bisa gawat nih kalau ketahuan kabur. Mulailah aku dan Refa putar otak buat nyari akal yang lebih jitu. Kami mulai sok-sokan jalan di sekitar kelas, supaya keliatan kalau kita cuma mau jalan-jalan keliling pesantren aja, padahal di otak udah ada akal.

Setelah celingak-celinguk ke sana kemari, eh ternyata ada malaikat penolong di sana nongol dengan gagahnya. #huueekk .. pengen muntah nyebut dia malaikat penolong. Ternyata di sana ada sahabatku yang sedang bertugas jadi panitia keamanan, emang cocok sih dai jadi satpam dadakan. Wong mukanya sangar gitu, badannya kekar lagi, siapa coba yang gak takut.

Bagus buat dimanfaatin nih si satpam dadakan. Maka kupanggillah dia, "Prus, sini .. !!". Dengan secepat siput dia pun datang menghampiri kami.#lambaaat beneer.

Aku : bantuin donk .. !!

Ciprus : Bantuin apa ??

Aku : gini, aku ama Refa kan pengen kabur nih ceritanya. Supaya aman, kamu jagain kita ya dari belakang. Supaya gak ada yang curiga gitu. Kamu jaga di depan kelas kami. Kalau kami udah pergi baru kamu boleh pergi. Gimana ? Mau gak ?

Ciprus : kabur lagi kabur lagi. Kebiasaan ya kalian berdua.

Aku dan Refa : Heheheh #nyengir kuda.

Aku : jadi gimana ? Mau gak bantuin kami ??

Ciprus : Iya deh. Aku mau.

Setelah percakapan yang singkat itu, aku dan Refa langsung jalan ke arah kelas dan Ciprus menjaga di depan kelas. Keluar dari kelas lewat jendela belakang dan kabur dari pesantren untuk yang kedua kalinya.
Kaburnya sih berjalan dengan lancar. Tapi tanpa sadar, waktu kami mau naik di angkutan umum, ternyata ada pembina yang ngeliat kami. Sial banget .. !!

Waktu mau kembali ke pesantren, di jalan pulang, kami juga ketemu sama pembina. Bertambahlah kesialan kami hari itu. Demi menghidari pembina kami jalan sejauh kurang lebih 3 km dari pusat kota ke rumah sakit daerah. Kaki rasanya udah mau patah. Kabur emang gak selalu gampang. Butuh perjuangan dan pengorbanan.

Untung aja waktu itu Tuhan gak marah sama kami, kami masih di tolong dengan cara ada angkot yang lewat di depan kami. Tanpa basa-basi, langsung aja deh kami nyetop tuh angkot. Ah .. !! Lega rasanya bisa duduk. Tinggal tunggu aja nih, hukuman apa yang bakal pembina kasih ke santri nakal kayak kami ini.

Minggu, 28 April 2013

Kulonuwun ...

Halo, pa kabar Friend .. !!

Namaku Ilma, saat ini aku sekolah sekaligus tinggal dan menetap di Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam Cabang Selayar. Namanya aja pesantren, tapi isinya di dalam. Waw .. !! Ramenya minta ampun. Kami tinggal di asrama. Aku dan teman-temanku tinggal di asrama Fatimah Az-Zahra. Ada limabelas cewek berbeda karakter, usia, dan watak tinggal dalam satu atap tanpa pembina.

Terhubung dengan tangga yang berada di samping asrama, ada asrama lain di atas kami, namanya asrama Mariyah Al-Qibtiyah. Berisi juga kurang lebih 15 cewek unik dan antik yang usianya lebih tua daripada kami. Rata-rata mereka adalah kakak kelas yang diberi kepercayaan oleh ustadz untuk membantu membina santri-santri yang bandel dan susah mendengar. Ya kayak aku dan teman-teman asramaku.

Hidup jauh dari orangtua, kami melakukan semuanya sendiri. Di awali dengan bangun pagi, kami langsung membersihkan asrama dan sekitarnya, sebenarnya sih terpaksa, kalau gak kami bakal dapat hukuman dari seksi kebersihan. Setelah semuanya bersih, barulah kami mengerjakan kepentingan masing-masing, mulai dari mandi, mandinya harus ngantri lagi, selesai mandi membereskan tempat tidur, untung aja ranjangku di bawah, kami menggunakan ranjang tingkat, jadi yang ranjangnya di atas, kalau mau membereskan tempat tidur harus Ninja Warrior dulu, alias manjat-manjat naik turun ranjang kayak ninja.

Siangnya, waktu istiharat. Tapi bagi kami, waktu istirahat itu kami manfaatkan untuk mencuci.Susah hidup jauh dari orang tua. Semuanya dikerjakan sendiri. Pesantrenku bukanlah pesantren khusus putri, jadi ada santri putranya juga. Biasanya, kalau siang-siang, ada santri putra yang iseng pergi ke daerah terlarang, itu sebutan kami untuk wilayah yang gak boleh di masukin oleh santri putra ataupun santri putri, dan daerah terlarang untuk santri putra tuh belakang asrama putri.

Tapi biasa, ada aja santri putra yang nakal pergi ke belakang asarama putri. Apalagi kalau musim mangga, pohon mangga yang ada di belakang asrama kami dijadikan alasan oleh santri putra apabila ingin masuk ke daerah terlarang. Hal itu membuat kami yang biasanya cuma menggunakan pakaian santai dan celana pendek merasa risih dengan kehadiran mereke. Katanya mereka cuma mau ngambil mangga. Padahal, ada maksud lain di balik itu semua. Dasar otak kotor.

Karena suasana kayak penampungan, tak heran kalau pertengkaran sering meletus hanya karena hal sepele. Misal nih, mandinya kelamaan, barang-barang berceceran dimana-mana, salah ambil timba, kehilangan sesuatu, dan maaasih banyak lagi. Kadang bosan juga, tiap hari dengar celotehan orang-orang, apalagi kalau pagi. Radio rusak ada dimana-mana, dan itu hanya terjadi di pagi hari, kalau pagi udah lewat, semuanya kembali seperti biasa. Radio rusak berhenti siaran. Kalau sudah begitu, ingin rasanya pindah asrama dengan penghuni yang lebih sedikit agar tentram hidup ini.

Tapi kalau dipikir-pikir, banyak senangnya juga mondok dengan orang-orang aneh, unik, dan antik itu. Seru. Gak pernah kesepian, 24 jam selalu ada teman.

Banyak acara heboh yang bisa dilakukan bareng-bareng. Di asramaku, kalau malam Ahad pasti ada saja permainan yang kami lakukan untuk memeriahkan malam Ahad di pesantren. Karena kami di pesantren, jadi kalau malam Ahad semua penghuni asrama ngejomblo dulu. Sekalipun punya pacar, kan gak mungkin pergi malam mingguan, mau malam mingguan dimana ? Kita kan di pesantren. Tapi biasanya ada juga sih santri yang bandel pergi ketemuan ama pacarnya setiap malam Ahad, kami menyebutnya dengan "LANDING".

Intinya, kalau di pesantren tuh, gak ada yang namanya "MALAM MINGGU GALAU". Malam minggu kami selalu happy dengan banyaknya acara yang bisa dilakukan di asrama. Semuanya senasib sepenanggunan. Jomblo Massal .. !! Hehehe.

Kadang juga, kalau pembina lagi berbaik hati, diadakan nonton bareng di samping atau didepan koperasi. Jadilah kami berbondong-bondong pergi nonton layar tancap dadakan. Di situlah biasanya santri putra dan santri putri saling lirik-lirikkan. Ntar kalau matanya jilung, baru tau loh. #sirik.

Soal tolong-menolong, sudah pasti. Maklum, jauh dari orangtua dan saudara. Teman seasrama adalah makhluk pertama yang kita mintai tolong *terutama soal duit :D. Pernah nih, teman sakit tengah malam, gak tengah malam juga sih, tapi menjelang lah, langsung kami gotong rame-rame dari asrama ke poskestren yang berjarak entahlah berapa meter. Bukan jaraknya yang jadi masalah, biarpun jauh, kalau masih dalam wilayah pesantren sih gak apa-apa. Tapi ini, medan yang dilaluin berat banget. Mesti naik turun gunung dulu baru bisa nyampe di poskestren. Maklum, pesantren ku terlatak di daerah perbukitan. Jadi kalau mau kemana-mana, harus naik turun gunung. Apalagi kalau mau ke kelas dan ke masjid. Jadi serasa kayak anggota Mapala, naik turun gunung tiap hari. Kebayang gak susahnya naik turung gunung sambil ngebopong orang sakit ? Susah banget !!

Saat sedih dan patah hati banyak yang sukarela memberi pelukan dan hiburan.

Cerita di pondok tidak hanya sekedar suka-duka di asrama saja. Tapi juga suka-duka menghadapai hukuman yang yang diberikan oleh pembina dan kakak kelas yang diberi tanggung jawab oleh ustadz.Susah banget kawan hidup pesantren. Perlu tahan banting, baik mental maupun fisik.

Hmm , ada yang berani coba ??
 
ReKerNoPis Blogger Template by Ipietoon Blogger Template