Páginas

Sabtu, 12 Juli 2014

Cinta Pada Pandangan Pertama - Emang Ada ??

Aku bingung, orang yang baru saja kamu kenal, itu pun istilahnya hanya kenal kulitnya saja bisa langsung jatuh cinta padamu hanya dalam jangka waktu tiga hari. Emang bisa ?? Tiga hari bukanlah waktu yang cukup untuk mengetahui dan mengenal pribadi orang lain.

Atau ini yang di sebut Cinta Pada Pandangan Pertama ?? Dulu, aku sempat percaya dengan adanya cinta pada pandangan pertama. Karena dulu berfikir, cinta itu abstrak, bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Cinta itu tidak memandang status, pangkat, jabatan, usia, dan hal berbau materi lainnya. Jatuh Cinta itu bisa pada orang yang sudah lama ada dalam hidup kamu atau pada orang yang baru saja kamu kenal.

Itu dulu. Sebelum aku mengalaminya sendiri dan hanya mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang aku lihat dan aku dengar. Sekarang aku mengalaminya sendiri. Dulu, setiap nonton film atau sinetron yang salah satu tokohnya mengalami cinta pada pandangan pertama, aku selalu membelanya dengan mengatakan pada diriku sendiri kalau cinta itu bisa datang kapan saja.

Dan hey, aku pernah merasakan cinta pada pandangan pertama. Tapi saat itu aku yang mencintai, bukan aku yang dicintai, jadi tentu saja aku membela diriku dengan mengatakan cinta pada pandangan pertama itu ada.

Tapi kini, disaat ada yang mencintaimu tetapi dia belum tau apa - apa tentangmu, rasanya hal itu mustahil. Bagaimana mungkin kamu jatuh cinta kepada orang yang sama sekali belum kamu kenal ? Kamu tidak tau dia itu siapa, sifatnya bagaimana, kepribadiannya bagaimana, dan hal - hal sepele lainnya yang menurutku harus diketahui terlebih dahulu sebelum kau bisa menaruh hati pada orang itu.

Rasanya sangat sulit untuk dipercaya. Sangat - sangat sulit. Emang bisa ?? Emang ada Cinta Pada Pandangan Pertama ??

Minggu, 06 Juli 2014

Alasanku Tidak Mau Pacaran (Lagi)

Beberapa minggu yang lalu aku mewakili Selayar untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi. Rombongan Olimpiade dari Selayar berasal dari berbagai sekolah. Jadi, sambil menyelam minum air, pergi "berperang" sambil dapat kenalan baru.

Eh, gak di sangka-sangka, tidak hanya dapat kenalan baru, kegiatan itu juga mendatangkan cinta baru. tapi aku heran, emang bisa jatuh cinta sama orang baru kita kenal. Hm, entahlah, bukan aku yang merasakannya.

Ngomong-ngomong masalah cinta, aku mau bagi-bagi alasanku untuk tidak pacaran lagi dalam waktu dekat ini, walaupun aku agak ragu juga sih bisa menahan godaan untuk pacaran. Tapi alasan-alasan di bawah ini bisa dijadikan bahan untuk berpikir ulang jika ingin merajut suatu hubungan.

1. Di Larang OrangTua
Alasan ini tampaknya yang paling umum. Sangat sedikit orangtua yang menyetujui anaknya pacaran. Salah satunya ya orang tuaku. Katanya kerja dulu baru pacaran. Oke Ma, Pa, Ilma cari kerja dulu ya supaya di izinin pacaran.

2. Trauma
FYI, aku pacaran bukan sekali duakali. Tapi udah sering. Jadi sakit hatinya juga udah sering. Nah, terakhir kali aku pacaran itu putusnya sakiiiiiit banget. Sampai susah banget buat dilupain, butuh waktu selama enam bulan untuk menyembuhkan luka itu. Jadi, aku tidak mau pacaran dulu. Soalnya masih trauma dengan sakit hati masa lalu. Aku masih belum siap untuk sakit hati lagi. Terlalu perih untuk di rasakan.

3. Masih Sayang Mantan
Nah, yang ini nih yang paling susah untuk di langgar. Masih Sayang Mantan. Jadi gini, walaupun dia udah bikin aku sakit hati, tapi entah kenapa aku masih sayang banget sama dia. Aku gak mau memulai hubungan baru dengan orang lain sementara perasaanku masih ada di tempat lain. Aku bakalan merasa aku jahat banget kalau sampai pacarku itu nanti tau kalau aku sebenarnya masih sayang sama mantan

Jadi nanti deh kita pacaran, kalau traumanya udah hilang dan rasa sayang sama mantan juga berkurang.

Sebelum itu semua terjadi, lebih baik sekarang aku nikmatin dulu kesendirian ini. Fokus sama pelajaran. Jadi jomblo juga gak buruk-buruk amat. Lebih enak dan lebih tentram malah.

Egois Gak Ya ??

Cerita itu sudah berkakhir enam bulan yang lalu. Tapi luka yang timbul akibat berakhirnya kisah itu belum hilang hingga saat ini. Selama enam bulan lamanya aku berusaha  untuk menyembuhkan luka hati ini, tapi hingga saat ini luka tersebut tidak kunjung sembuh.

Di saat yang bersamaan sebuah kisah baru muncul. Seorang pemuda datang dan mengatakan bahwa dia mencintaiku. Setelah kejadian enam bulan yang lalu, aku sudah memutuskan untuk tidak pacaran lagi. Sudah cukup luka hati yang ku rasakan. Aku tidak mau lagi. terlalu sakit untuk di rasakan.

Hal yang paling menyakitkan  adalah kisah itu berakhir di saat aku masih sangat menyayanginya, dan sialnya lagi rasa sayang itu masih ada sampai sekarang. Aku pernah berusaha untuk menyukai laki-laki lain, mengalihkan perasaanku ke orang lain dengan harapan rasa sayangku akan beralih ke dia.

Aku berhasil. Aku berhasil menyukai orang itu. Aku berhasil kagum padanya. Walaupun awalnya hal itu hanya pura-pura ku lakukan. Tapi sayang, aku tidak berhasil menyayanginya. Aku tidak berhasil mencintainya.

Malah, aku berfikir bahwa aku telah bersikap jahat. Aku membiarkan orang lain tau bahwa aku menyukainya, tapi dalam hatiku aku masih menyayangi orang lain. Aku tidak ingin, aku tidak mau berpacaran dengan orang lain selagi perasaanku masih ada di tempat lain

Aku bingung, aku harus bagaimana. Seorang pemuda datang dan mengungkapkan perasaannya kepadaku. Sudah jelas aku menolaknya. Karena aku tidak ingin sakit hati lagi. Aku masih trauma. Aku masih belum bisa membuka hati dan percaya dengan semua ucapannya. Kepercayaanku sudah hilang dan sangat susah untuk membangun kembali kepercayaan tersebut.

Tapi, apakah aku egois ? Aku hanya memikirkan perasaanku, aku takut disakiti untuk kesekian kalinya. Takut mengulang kisah yang sama. Sedangkan aku tidak memikirkan perasaan orang itu. Aku tidak memikirkan bagaimana perasaan pemuda di saat aku mengatakan bahwa aku tidak bisa menerima cintanya.


Apakah tindakanku ini egois ? Ah, semoga saja tidak.

Templates grátis free