Páginas

Jumat, 10 April 2015

Satu Sama


Kesibukanku terhadap tugas dan kecuekanku terhadap orang lain di luar duniaku membuatku melewatkan satu fakta penting yang mungkin penting untuk saat ini.

Apakah itu ?

Orang yang selama ini ku anggap kakak ternyata mempunyai bulan lahir yang sama denganku. Ya. Sama-sama Maret. Hanya beda 25 hari. Ya Ampun. Bodoh banget sih. Suka sama seseorang tapi gak tau apa-apa tentang dia. Ya emang sih aku gak terlalu suka sama dia. Gak serius suka sama dia. Soalnya dia tuh orangnya cuek bebek sama masalah yang kayak gini. Dia lebih senang pacaran dan berinteraksi dengan Al-Qur’an dan buku daripada dengan makhluk hidup yang dapat berbicara, bernafas, berjalan, dan ngomel. Gak heran nilai dia bagus terus.

Ujian sekolahnya saja rata-rata Sembilan. Gak ada satu pun nilai delapan. Itu otak atau spons masBro ? Semuanya di serap.

Aku akui akhir-akhir ini aku memang agak sibuk. Libur satu minggu akibat ujian kelas tiga menyebabkan banyak tugas yang menumpuk. Guru seakan-akan murka karena tidak bisa menyiksa kami selama satu minggu dan melampiaskan kemarahannya itu dengan memberikan kami tugas yang membuatku tidak bisa bergerak dari meja belajarku.

Jadinya aku tidak sempat mengurusi hal lain diluar kotak berwarna putih hijau yang berisi sekumpulan orang aneh. Kelasku. Urusan dalam negeri saja udah bikin puyeng, ngapain urusin masalah luar negeri yang sebenarnya gak terlalu penting untuk dipermasalahkan.

Tapi, akibat dari semua itu, aku melewatkan hari penting seseorang. Aku melewatkan kesempatan untuk menunjukkan sedikit rasa perhatianku terhadapnya. Walaupun Cuma sedikit gak apa-apa keleus, daripada gak ada sama sekali. Iya kan ?

Lebih dari itu, adik kelasku yang juga menyukai Kak Khaerul ternyata memberikannya sebuah kado. OhMyGod !! Kadonya apa ya ? Kalah deh akunya dari dia.

Sekarang apa yang harus ku lakukan. Ulang tahunnya sudah lewat berminggu-minggu yang lalu. Kak Khaerul juga akan segera lulus dan di saat-saat terakhirnya di sekolah aku tidak memberikannya apa pun.

Hmmm…

Ikhlasin aja kali ya. Mungkin udah kayak gitu yang tertulis di Lauhil Mahfudz. Lagipula waktu aku ulang tahun dia juga gak ngucapin apa-apa. Walaupun sebenarnya berharap juga sih. Jadinya kan satu sama. Dia gak ngasih aku ucapan, aku juga gak ngasih dia ucapan. Impas kan.

“Nurul Ilma Islamiyah berulang tahun pada tanggal 1 Maret tetapi Khaerul Ma’arif tidak memberinya ucapan. Begitupun sebaliknya. Khaerul Ma’arif berulang tahun pada tanggal 26 Maret tetapi Nurul Ilma Islamiyah tidak mengetahui hal itu dan tidak memberikan ucapan selamat kepada Khaerul Ma’arif. Malahan Andi Dahliani yang memberikan ucapan ke Khaerul Ma’arif. Dan kemudian Nurul Ilma Islamiyah menuliskan hal ini di blognya karena mengetahui hal itu setelah membaca blog Andi Dahliani.”

Mungkin seperti itulah kurang lebih yang tertulis di Lauhil Mahfudz.

Oke. Ini udah mulai ngaco.

Ada kemungkinan Andi Dahliani atau Mr. Charming membaca tulisan ini. Jadi aku harus segera kabur dan latihan bersikap biasa-biasa saja. Juga mencari ide lain untuk di tuliskan agar mereka tidak membaca tulisan ini karena tulisan ini ditenggelamkan oleh tulisan yang baru.

Oh iya, sekedar pemberitahuan, sekarang Mr. Charming sedang pulang kampung selama satu minggu. Hal itu membuat sekolah jadi tampak kembali seperti biasanya. Tetap menyenangkan, tapi kurang satu hal. Alaah ! LebayModeOn.

Aku juga jadi gak punya orang buat di ganggu lagi kalau lagi bosan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Templates grátis free